BahWa untUK meNJAdi SEOrang juARA, kiTA HanYA HaRUs BERusaha sediiIIIKKIIItt leBIh bAIK dARi orANG laIN.....HAPPy reAdinG JOBseeKER!! :)

Minggu, 17 Oktober 2010

Call me “JOBSEEKER” please, Not “PENGANGGURAN”

Yah…10 bulan sudah status berganti dari mahasiswa jadi jobseeker, banyak banget pengalaman yang aku dapet di sini. dari mulai buta sama tes-tes psikotes sampe hapal tipe-tipe tes psikotes (nb : walopun sekedar hapal pun nggak ngaruh sama lolos tes apa nggak). Ada orang-orang yang seperti diberi “gift” sama Tuhan yaitu sekalinya mereka ikutan tes kerja, langsung lolos, langsung kerja di perusahaan besar, langsung dapet gaji lumayan, abiz itu married..(loh eh?!). tapi ya…kalo diitung-itung, itu cuma segelintir orang-orang aja, mayoritas lainnya, juga sama, diberi “gift” oleh Tuhan, tapi dengan cara yang berbeda, dengan cara diberi kesempatan untuk sebanyak-banyaknya berusaha, dikasih pengalaman yang sebanyak mungkin dulu, barulah bisa dapet yang kita inginkan..(ini semi sok bijak, semi menghibur diri juga.. T-T).

Voila!! “The Naked Jobseeker”. Judul blog ini emang terinspirasi oleh sebuah buku—yang pada awalnya juga dari sebuah blog—The Naked Traveller. Yup, kisah seorang cewek Indonesia bernama Trinity yang menulis kisah perjalanannya sebagai seorang traveler yang hanya bermodalkan backpacker dan duit seadanya tapi bisa keliling dunia! Nah, blog iseng ini juga aku buat memang sekedar untuk menjadi sebuah catatan saja. Beberapa pengalaman pribadi sebagai jobseeker—dan sampai saat ini masih setia menjadi jobseeker—yang sungguh banyak sekali yang aku bisa dapat dari pengalaman ini, semacam bertemu dengan orang-orang baru dengan bermacam karakter, mengenal perusahaan-perusahaan dengan system recruitmen yang berbeda-beda. What an experiences!! And thank God for it.

Anyway….Tapi sungguh aku amat sangat berharap kalo content blog ini jangan sampai terlalu banyak, yang artinya semoga aku segera dapat pekerjaan yang aku pengen dan akhirnya berhenti dari jobseeker. Amin.. Oh iya, untuk para jobseeker di luaran sana, ada satu kutipan menarik yang aku baca dari sebuah novel judulnya “Negeri Lima Menara”, pengarangnya adalah A.Fuadi, seorang jurnalis. Kutipan menariknya adalah

“bahwa sebenarnya, kita hanya harus belajar lebih keras sediikiiiiit saja untuk menjadi seorang juara. dia menganalogikan seperti perlombaan berenang, bahwa jarak antara juara pertama dan kedua selisihnya hanya seruas jari aja, juga pada perlombaan pelari, juara 1 dan 2 hanya selisih nol koma sekian detik. Tipis sekali!! Jadi untuk menjadi seorang juara, kita hanya harus belajar sediikitt lebih baik dari pada yang lainnya dan sediikiit lebih banyak dari pada yang lainnya.”


Analogi yang keren menurutku. Bisa jadi penyemangat bukan Cuma buat para jobseeker, tapi juga manusia pada umumnya. Karena dalam hidup, selalu ada persaingan, seleksi alam selalu berlaku, dan cuma yang mampu untuk survive yang bisa menang.

Oh iy, tak lupa saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya buat Indah dan keluarga yang udah membiarkan saya merepotkan kalian selama di Jogja, juga mbak dyah yang belakangan sering jadi tempat singgah juga di Jogja, Yuyun, makasi banget buat infonya dan pastinya jadi temen sekamar dan teman makan daun yang menyenangkan (*PLN) juga buat aldino....makasi udah mau direpotin di jogja :) dan semua orang yang berpartisipasi secara langsung maupun nggak langsung dari perjalanan jobseeker ini….THX for everything…(*berkaca-kaca)…eh ini kok berasa lagi nrima award ya??ih..dan satu lagi, cerita-cerita di blog ini emang based on true story tapi ya namanya juga saya….agak didramatisasi dikiiiittt, jadi buat nama-nama yang sengaja atau nggak sengaja kesebut di blog ini…sori…sori…sori..sob! hehe..piss….

Well buat kamu yang sudi menyempatkan diri buat baca blog ini…happy reading!! ^_^

1 komentar:

  1. makan daun lagi Ma? hahaha...ga sia sia kok, paling gak jadi kurussss *sedikit hahahaaaa

    BalasHapus