BahWa untUK meNJAdi SEOrang juARA, kiTA HanYA HaRUs BERusaha sediiIIIKKIIItt leBIh bAIK dARi orANG laIN.....HAPPy reAdinG JOBseeKER!! :)

Minggu, 17 Oktober 2010

PT.ASTRA INTERNATIONAL

Astra International itu salah satu perusahaan swasta yang rajin banget buka lowongan, secara anak perusahaan mereka banyak banget. Dan Astra ini termasuk perusahaan yang banyak kasih lahan buat anak-anak teknik industri semacam saya. Nah saking banyaknya ngelamar lowongan-lowongan di Astra, suatu hari, waktu dapet sms buat ngikutin tes recruitment mereka di jogja, satu tanya langsung terbesit di pikiranku.. “ini recruitment untuk lowongan yang mana ya??” -____-“

Sampai hari-H tes diadakan, aku masih belom ngerti ini tes untuk lowongan yang mana atau posisi apa. Tes diadain di kampus UGM, fakultas hukum. Sampe ke gedung-nya, ternyata tesnya di lantai 3. Huft..nggak ada lift-nya ya??

Waktu lagi naik tangga, tiba-tiba ada orang nyusul dari belakang.

“Tes Astra ya mbak?” tanya orang itu sambil nunjuk ke lantai atas.
“iya, tes Astra juga?jurusan apa?”
“Teknik Industri, ini untuk posisi MT Audit kan?”


TERJAWAB SUDAH.

Ternyata ini untuk posisi Management Trainee Audit. Setelah kuingat-ingat posisi ini belom lama ku apply, dan posisi ini ditujukan untuk jurusan teknik industri, manajemen, akuntansi, sama teknik informatika.

Tes tahap pertama adalah tes GAT atau tes kemampuan umum, seperti biasa. Tapi sungguh Tes GAT yang ini luaarr biasa!! Buanyak banget! Buku soalnya aja tebel gitu. Dan tesnya tuh terus menerus tanpa jeda. Dari mulai persamaan kata, lawan kata, kata dibolak-balik, kelompok kata, itung-itungan, deret angka, kubus dibolak-balik, ngitung jumlah kotak-kotak, sumpah nggak ada jedanya! Pantes aja tadi panitianya nawarin yang mau ke belakang sebelom tes. Dan walopun aku udah ikut petunjuk panitia buat ke belakang sebelum tes dimulai, tetep aja di beberapa tes terakhir, aku kebelet pipis lagi. Tak tertahankan. Kelar tes, langsung cabut ke belakang buat pipis. Huft.

Pengumuman lolos tes itu beberapa jam setelah tes, itupun kalo lolos, langsung masuk ruangan lagi buat tes psikotes (tes gambar, wartegg tes, tes kreaplin dan tes kepribadian) lagi. Aku pun lolos dan langsung masuk ruangan buat ikut tes selanjutnya.

Sebelom tes kita disuruh ngisi biodata dulu. Iseng, aku lirik kiri kanan, sebelah kananku, cewek, tampangnya santai, suka kedip-kedipin mata, jurusan akuntansi, UNIBRAW. Ipk 3,65. Sebelah kiriku, cowok, tampangnya serius, aku liat dia lulusan hukum UGM, ipk 3,85. Seketika badanku lemes, bisa gila aku di sini!!! Akhirnya kuputuskan buat nggak usah lirik sana-sini lagi.hikz.

Ini pertama kalinya aku tes gambar, wartegg, sama kreaplin. Aku tau tes kreaplin itu kayak apa. Tapi belom pernah ngerjain tes ini. Ini adalah tes deret hitung, dimana kamu bakal dikasih satu lembar kertas yang lebarnya kayak ukuran A3 tapi panjangnya mungkin dua kali lipat A3. Di kertas itu ada angka berderet-deret, dimana aturannya, kamu harus menjumlahkan tiap 2 angka dimulai dari angka yang paling bawah ke atas. Nanti kalo ada bunyi ketokan, itu tandanya kamu harus pindah ke deret di sebelahnya, begitu terus sampai waktunya habis. Tes ini fungsinya buat melihat konsentrasi kita saat bekerja.

Yah..yah..cukuplah teorinya, tapi prakteknya, tes ini susah-susah gampang. Susah buat kamu yang baru pertama kali ikutan tes ini, seperti aku. Sialnya, aku baru tahu kalo tes kreaplin ini, kalo jumlah angkanya lebih dari 9—seperti 10,11,12,dst—maka cukup tulis angka terakhirnya aja—seperti 0 untuk 10, 1 untuk 11, 2 untuk 12,dst. Buat aku ini malah mempersulit, setiap ketemu angka di atas 9, aku pake mikir dulu, kayak misalnya 16, nah 16 tuh angka belakangnya apa ya??

Well, mungkin terlihat bodoh, tapi kalo kamu belom biasa, agak susah juga lho mengerjakan tes ini dengan cepat. Nah, cheat untuk mengerjakan tes ini adalah, nggak perlu penuh-penuh ngitung sampai lembar atas—kayak bisa aja—tapi cukup kerjain sekitar 60 % aja, abiz itu langsung lanjut ke deret berikutnya, walopun belom ada bunyi ketokan. Usahakan stabil, kalo baris 1 dikerjain 60 %, maka baris-baris berikutnya juga kalo bisa 60 %, jadi nanti grafiknya akan stabil, tapi ada yang bilang, kalo grafiknya semakin naik, bakal makin bagus. Yah yang penting, jangan sampai menurun aja grafiknya.

Di tes Astra ini juga pertama kalinya aku tes gambar, gambar orang, gambar pohon, dan wartegg test. Aku suka gambar orang, waktu itu aku gambar cewek, pake blazer, bawa koper, lagi senyum, dengan background gedung Astra International—kayak tau bentuk gedungnya gimana aja. Belakangan baru aku tau kalo harusnya waktu kita disuruh gambar orang, gambarnya haruz lengkap, dari ujung rambut ke ujung kaki, harus sesuai dengan jenis kelamin kita, dan yang paling penting, harus sedang melakukan kegiatan, kayak lagi olah raga, ngetik di computer, mencangkul sawah (sumpah banyak orang-orang yang ikutan tes gambar, mereka gambar petani yang lagi nyangkul di sawah, ga tau filosofinya apa)

Ada juga tes wartegg. Tes wartegg itu tes gambar juga, ada 8 kotak. Masing-masing kotak ada yang gambar garis lengkung, kotak hitam, titik, dll. Kita disuruh meneruskan gambar-gambar itu jadi satu gambar yang utuh, setelah itu kita buat judul dan urutan gambarnya. Gambar mana yang lebih dulu kita gambar, kita kasih nomor urut 1, dst.

Serangkaian tes hari itu kelar sudah. Waktu udah hampir maghrib, tapi adek sepupuku nggak jemput-jemput juga. Sambil nunggu, aku duduk di bawah pohon beringin, di deket gerbang fakultas hukum. Entah udah berapa orang yang masuk ke fakultas hukum, berhenti di pohon beringin dan nanya
“ mbak, ini masuknya lewat mana ya??”
“oh lewat sana pak….”
Jawabku sambil nunjuk ke arah belakang. Tapi ada juga yang nanya
“pasca sarjananya di gedung sebelah mana ya mbak?”
“oh ke sana pak “
sambil asal nunjuk arah, kalo sampe orang itu salah gedung, bukan salahku dong, Lah, emangnya aku anak kampus sini??
Satu per satu orang udah pulang, sampai akhirnya tinggal aku sendirian di sana. Bener-bener sendiri, di bawah pohon beringin, maghrib-maghrib pula. Untung nggak ada bau-bau melati.

Lusa harinya tes dilanjutkan dengan interview. Kali ini lokasinya di dealer Astra di daerah Jombor, Jogja. Karena ini interview, jadi aku berpenampilan agak formal, tentunya dengan high heels andalan. Tanya satpam di depan gedung, katanya ruangan interview ada di lantai 4. Mampus. Harusnya tadi aku bawa sandal swallow juga, jadi ntar naik tangga pake sandal aja, pas udah nyampe ruangan baru ganti high heels. Tapi ternyata dealer ini punya lift! LEGA.

Nyampe di depan ruangannya ternyata masih harus nunggu giliran. Nggak terlalu lama, akhirnya namaku disebut juga. Interviewernya sendiri yang manggil, seorang cewek, cantik, masih muda banget, HRD-nya Astra Pusat.

Ruangan interview-nya luas banget, walopun ada yang lagi interview di situ, tapi tetep aja, rasanya hening gitu, yang kedengeran Cuma suara high heels-qu yang beradu sama lantai. TEPLAK-TEPLOK…ada salah satu interviewer yang lagi duduk, bapak-bapak, dia yang tadinya asik mencoret-coret sesuatu di kertas, agaknya mulai terganggu dengan suara TEPLAK-TEPLOK ini. Dahinya sampe mengkerut-kerut gitu.

Ya tuhan…sumpah, suatu hari nanti aku bakal menciptakan alat peredam bunyi yang bisa ditempel di alas high heels, biar nggak ada lagi suara TEPLAK-TEPLOK, dan produk ini akan kuberi nama “The silent high heels” dengan tagline “keep your hig heels calm”…Oh ya ampun sempet-sempetnya aku mikir gini di saat begini,

Interview pun dimulai. Semuanya lancar sampai akhirnya aku sadar aku membuat kesalahan fatal. Di biodata yang harus diisi pas tes kemaren, kita disuruh memprioritaskan posisi kerja yang kita inginkan, dan aku dengan bodohnya menulis HRD sebagai prioritas pertama, Quality Control sebagai prioritas kedua, dan Audit sebagai prioritas ketiga. Bagaimana mungkin aku bisa nulis audit di urutan ketiga, sedangkan aku sedang berjuang untuk mendapatkan posisi audit. Harusnya kan audit itu aku tulis sebagai urutan pertama!! Walaupun sejujurnya memang aku jauh lebih suka HRD dari pada audit. Tapi as a jobseeker, harusnya kita mengikuti angin, apapun posisi yang kita apply, itulah yang harusnya jadi passion kita. Setidaknya di mata interviewer seperti ini. Interview pun kelar. Tinggal nunggu pengumuman.

Well, belom ada seminggu berlalu tiba-tiba seorang kenalan dari tes Astra waktu itu sms, bilang bahwa dia dipanggil untuk ikutan tes lanjutan, sedangkan aku nggak dapat panggilan apa-apa (baca : nggak lolos). Dan akhirnya dialah cewek satu-satunya dari recruitment daerah jogja yang lolos jadi pegawai di Astra International. Bravo Girlz!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar