BahWa untUK meNJAdi SEOrang juARA, kiTA HanYA HaRUs BERusaha sediiIIIKKIIItt leBIh bAIK dARi orANG laIN.....HAPPy reAdinG JOBseeKER!! :)

Minggu, 17 Oktober 2010

BE A PART OF BANKING INDUSTRY????

Tiap kali masuk ke sebuah bank, aku sering terkesima dengan mbak-mbak cantik yang kerja di bank, wew…denger-denger mereka dikasih tunjangan khusus buat beli kosmetik, dan pastinya nggak hanya terlihat cantik, mereka juga terlihat pintar. Tapi herannya aku nggak terlalu tertarik untuk kerja di bank sebenernya, apalagi setelah masuk ke teknik industry, walaupun belajar tentang analisa resiko, dll tapi tetep aja, “these banking things” terdengar sangat asing dipikiranku, tapi karena ternyata bank itu adalah industry yang banyak sekali cabangnya, dan perputaran karyawan mereka yang cepat sekali, jadi pastinya mereka hampir selalu buka lowongan, terutama untuk fresh graduate, dan alasan ini yang buat aku pengen mencoba untuk masuk ke dunia perbankan ini. Siapa tau mungkin memang di sini jalan karirku..siapa tauuuu….

Sampai detik ini, setidaknya aku pernah mengikuti proses recruitment sejumlah 4 bank. Yang pertama adalah Bank Muamalat. Tesnya di Purwokerto. Kedua Bank BTPN, tesnya di jogja, ketiga Bank Syariah Mandiri, tesnya di Cilacap, dan yang terakhir Bank Mandiri, tesnya di jogja. Waktu mau tes Bank Muamalat, aku sempetin googling, cari tau apa itu perbankan syariah. Dan hasilnya…aku mulai mengenal istilah Al-Wadiah, Al-mudharobah, dan Al-Al yang lain. Wew…sebenarnya perbankan syariah itu nggak jauh beda sama perbankan konvensional, inti perbedaanya adalah kalo di bank konvensional, ada suku bunga yang mengikuti gerak inflasi, kalo di perbankan syariah, pake bagi hasil, jadi besar atau kecilnya “bagi hasil” itu, tergantung keuntungan bank. Selain itu, untuk urusan kredit, di bank konvensional mereka nggak perduli jenis bisnis apa yang kamu punya, halal atau haram, asal menurut analisa resiko kamu bisa balikin modal ke bank plus bunganya, kamu boleh dapet pinjaman dari bank. Sedangkan untuk bank syariah, pastinya hanya membolehkan bisnis yang halal, trus juga kalo kredit kayak rumah, mobil, kita nggak dibebani bunga, tapi bank syariah beli dulu barangnya, baru naikin harga ke kita yang mau beli. Intinya perbankan syariah ini seperti proses jual beli, toh berdagang itu diboleh kan di islam. Ya Tuhan..kenapa saya malah khotbah di sini??

Baiklah, pengetahuan seadanya tentang perbankan syariah ini ternyata nggak sia-sia juga, banyak yang keluar di tes, tapi ada juga pertanyaan-pertanyaan seperti siapakah nama ibu Nabi Sulaeman… (????!!) atau pengetahuan surat-surat Al-qur’an seperti surat Al Ikhlas itu surat keberapa, trus ada juga pertanyaan esay seperti menulis surat pendek Al-qur’an dengan tulisan arab, dll. Tapi yang aneh dari recruitment ini adalah, sampai detik ini—yang itu berarti udah berbulan-bulan yang lalu—belum ada pengumuman apa-apa, temen-temen yang waktu itu ikutan tes ini pun belum ada yang dihubungi, di website-nya juga belum ada pengumuman, padahal untuk kota-kota lain udah ada pengumumumannya. Aneh, tapi ya sudahlah…

Lanjut ke Bank kedua, Bank BTPN, banyak yang nggak familiar sama bank BTPN ini, banyak juga yang salah ngucap jadi PTPN, padahal PTPN itu kan BUMN yang bisnis intinya itu perkebunan, nah jadi BTPN itu adalah Bank Tabungan Pensiunan Negara, nasabahnya sudah pasti para pensiunan. Banyak juga kan pensiunan yang masih memilih untuk bekerja dengan buka bisnis apa gitu, nah Bank inilah semacam moderatornya. Nggak banyak cerita tentang tes BTPN ini, soalnya baru tahap pertama udah gagal, tesnya itu psikotes, ada tes pauli-nya juga dan dari 150-an orang yang tes, cuma diambil 30 orang, itupun masih harus ikut tes – tes berikutnya.

Bank Syariah Mandiri Cilacap. Jujur, waktu itu emang iseng jemput bola, aku sengaja nyebar CV kesana kemari, termasuk salah satunya yaitu bank syariah mandiri ini. Siang bolong ditelpon disuruh ikut interview, sampe di sana, ternyata yang interview bukan Cuma 1 orang, tapi 4 orang secara bergantian, setelah itu masih ada Posisi yang ditawarkan adalah “Account Officer” job desc-nya?? Mencari nasabah sebanyak mungkin dengan jumlah tabungan nasabah sebagai targetnya. Orang-orang ini mnyebut angka 50 juta sebulan, itu target paling kecil, ada juga 100 juta, 200 juta, dan kepala ini seketika puyeng ngebayanginnya. Mereka bilang “kamu bisa coba ikutan arisan, pengajian atau pertemuan apalah untuk menawarkan mereka buat bikin account dan menabung di bank ini” wew, ini semacam MLM?? mengingat fakta historis bahwa aku dan MLM tidak dapat bersatu, aku memutuskan mundur dari pekerjaan ini. Tiap pekerjaan, apapun pasti selalu ada target, tapi kalo ada hubungannya sama “mencari nasabah”, “mencari konsumen”, apalagi “mencari member” sepertinya bukan bidangku. Batinku langsung menolak. Aha!! Jadilah saya jobseeker yang sombong…

Bank terakhir adalah Bank Mandiri. Aku coba-coba ikutan ODP-nya. Tahap pertama adalah interview, and of course, in English. Berbekal bahasa inggris pas-pasan aku beraniin ikut tes ini. Dateng ke tempat interview pagi jam 8 tapi saking banyak yang ngantri interview, aku baru di-interview jam 4 sore, can you imagine?? Lunturlah semua make-up—kan denger-denger kalo tes di bank, penampilan jadi faktor penting, apalagi interview—tapi ternyata nggak Cuma make up yang luntur tapi juga mood-qu dan parahnya lagi kosakata bahasa inggris yang selama ini kukumpulin di otak, entah menguap kemana waktu interview, yang ada cuma gelagapan dan mengulang kalimat yang sama sampai 3 kali. Sang interviewer pun hanya mengernyitkan alis selama mendengarkan jawabanku, mungkin dia mikir, aku ini ngomong pake bahasa inggris atau etiopia??hasilnya?? bisa ditebak. Gagal.

Nah, Kadang orang suka bilang, bahwa dunia ini sungguh kejam, tapi buat orang-orang yang udah pernah ikutan tes recruitment salah satu bank terkemuka di Indonesia ini—nggak sebut merk—this bank could be more evil than anything. Mereka sangat amat terlalu mengutamakan penampilan. Bukan hanya untuk posisi frontliner seperti teller atau customer service, tapi juga untuk yang di back office, semua harus memenuhi standar penampilan yang tinggi. Nggak heran banyak yang bikin pelesetan kalo tes recruitment bank ini adalah “tes kegantengan dan kecantikan”. Dimana hanya orang yang ganteng dan cantik lah yang bisa lolos jadi pegawai. Aku sendiri nggak pernah ikutan tesnya, tapi penasaran juga, sebenarnya gimana cara mereka melakukan penilaian??itu kan relative sekali, tanya-tanya temen yang udah pernah ikutan (dan lolos), dia bilang kalo waktu tes tahap 1 kita hanya perlu datang ke lokasi tes, tentunya dengan penampilan maksimal, buat nyerahin berkas lamaran. Nah di sini ini letak tes kegantengan dan kecantikannya, setelah semua berkas terkumpul, barulah mereka mengumumkan siapa yang berhak mengikuti tes tahap selanjutnya. Nah kalo kamu para cowok yang pengen ngeliat cewek-cewek cakep, pake baju rapi jali, high heels dan dandan abiz, datanglah ke tes tahap 1 bank ini. Dijamin nggak pengen pulang. Hah!

2 komentar:

  1. wah keren ceritanya.. saya alta mahasiswa teknik kimia unsri 2006. saya juga kemaren ikut tes bank pundi bagian account officer, setelah bertanya kesaana kemari (maklum gk tau, apa itu AO).. org pada bilang itu kayak marketing.. walhasil saya gk dateng pas tes terakhir yaitu wawancara user. sekarang saya prsiapan buat tes cust service di bank btn syariah.. (emang sich byk org bilang klo jur teknik syg cuma kerja di CS). tpi dk paap lah.. saya jg udh bosan ngangggur dirumah manyun gk ada kerjaan..

    BalasHapus
  2. betul! emang katanya posisi paling enak itu CS, karena kebanyakan kerjanya duduk.. :p, tapi malah banyak yang suka AO karna bisa dapet bonus banyak kalo targetnya tercapai. tapi ya balik lagi ke diri masing-masing.

    BalasHapus