BahWa untUK meNJAdi SEOrang juARA, kiTA HanYA HaRUs BERusaha sediiIIIKKIIItt leBIh bAIK dARi orANG laIN.....HAPPy reAdinG JOBseeKER!! :)

Selasa, 14 Desember 2010

Perusahaan Fiktif!

Pernah denger nggak sih tentang penipuan yang korbannya para pencari kerja?? Itu kayak misalnya ada iklan di Koran, setelah didatengin ternyata itu perusahaan fiktif, atau tentang sekelompok orang yang lagi tes kerja, begitu mereka kelar tes, ternyata dompet sama hape di tas yang dikumpulin waktu tes raib gitu aja diambil si pihak yang ngaku punya perusahaan itu?? Nah pernah denger kan cerita-cerita gitu? Tapi pernah nggak kamu jadi korbannya?? Saya pernah. -____-“

Hmmmhh…. Menulis kisah ini membutuhkan satu tarikan nafas yang panjang…seperti mengingat-ingat memori pilu yang kelam dan.. ah cukup!! Mari kita mulai. Jadi karena mendapat tekanan dari sekitar harus bekerja di kota yang nggak jauh-jauh dari kota dimana saya tinggal sekarang, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Koran lokal di hari sabtu. Liat-liat lowongan kerja di Koran itu dan saya menemukan satu lowongan di kolom iklan kecik. ada lowongan untuk perusahaan garment, butuh lulusan S1. lokasi perusahaan nggak terlalu jauh, cuma 1 jam perjalanan dari kota ini. kalo aku dapet panggilan kerja di sana, aku bisa naik travel dan balik lagi dalam 1 hari. jadi aku pun memutuskan untuk mengirimkan lamaran ke perusahaan ini.

Perusahaannya emang ada namanya. Dan seperti Voldemort dalam cerita Harry Potter, maka perusahaan ini pun namanya tidak boleh disebut. Jadi, “perusahaan yang namanya tidak boleh disebut” ini suatu hari mengirimkan panggilan kerja lewat sms. Ini udah biasa sebenernya, karena banyak perusahaan yang memang ngelakuin panggilan kerja lewat sms. Sampai di sini, belum ada yang aneh.

Seperti rencana awal, aku naik travel pagi langsung menuju ke perusahaan ini. begitu nyampe di depan perusahaan ini aku kaget mampus. Ini perusahaan jasa penyewaan jin atau apa, kayak rumah angker gini. Rumah tua, nggak terawat yang aku liat waktu turun dari travel ini katanya adalah perusahaan berbentuk PT.sukar dipercaya, dan yang lebih bikin kaget adalah waktu bapak sopir travel bilang. “mbaknya mau ke perusahaan ini?? jangan mau mbak. Itu diboongin aja, saya sering nganter orang ke perusahaan ini, mereka ujung-ujungnya Cuma dijadiin sales!” kata si bapak sopir menggebu-gebu.

Aku langsung lemes. Haahh?? Terus aku harus gimana..udah kepalang tanggung nyampe sini, akhirnya dengan langkah gontai terpaksa aku masuk juga ke rumah yang katanya perusahaan ini. ternyata mereka juga punya lobi. Begitu masuk, aku disambut embak-embak yang nyuruh aku nulis daftar hadir dan nunggu sebentar di lobi itu.

Nggak lama, si embak-embak nyuruh aku masuk terus aku ketemu sama mas-mas pake dasi yang lagi duduk di balik meja. Dia bawa CV yang aku kirim waktu itu dan dia persilahkan aku duduk. Ini katanya tes interview, tapi aku sama sekali nggak ditanya apapun soal aku! Helloo…rata-rata orang interview kan paling enggak ditanya apa kek, tapi ini nggak. si mas-mas ini langsung nyerocos soal proses recruitmentnya.

Jadi dia menjelaskan bahwa ada 3 tahap tes recruitmen. Pertama administrasi, dimana aku udah lolos, trus kedua interview, dimana ini sedang dilakukan, trus ketiga tes lapangan. Nah teng..teng..teng.. apakah itu tes lapangan yang dimaksud?? Dia langsung menyerahkan selembar brosur, di situ ada produk-produk, jadi aku paling nggak harus menjual 2 paket produk itu dalam waktu seminggu, setelah aku berhasil menjual 2 paket itu, aku langsung diterima sebagai pegawai tetap.

Aku nanya “terus masalah gaji pak?” dia bilang nanti setelah aku ngejalanin tes lapangan dan berhasil menjual 2 paket produk itu baru aku bakal dikasih tau masalah gaji. Cih! Ini jelas-jelas kayak MLM terselubung. Tiap pegawai berusaha merekrut orang lain buat jadi pegawai dan begitu seterusnya. Dan aku sama sekali nggak bersahabat dengan MLM. Dan misalnya kita nanti dalam waktu seminggu nggak menjual produk apapun itu pun mereka tetap untung, karena ternyata di sana aku harus bayar biaya pendaftaran sekian rupiah. Nggak banyak memang. Tapi ditipu semacam ini cukup membuat aku dongkol waktu itu.

Sempet bĂȘte banget memang. Tapi dipikir-pikir, jobseeker kalo belom ngalamin hal-hal kayak gini belom afdol kali ya?? Jadi berusaha ambil positifnya aja. Bahwa lagi-lagi ini adalah sebuah pengalaman banget buat aku. Anggap aja ini pengalaman konyol yang suatu hari bakal jadi lelucon yang bisa aku certain ke anak cucu kalo aku sukses nanti.. (*buahahahhaha ngemeng ape lu ir..ir..)

Akhirnya aku pulang lagi ke rumah dan kapok ngeliat-ngeliat lowongan di koran-koran lokal gitu, apalagi yang iklan kecik. Suka menipu!! -___-“

Swasta pun OK deh...

Jenuh berjuang di perusahaan BESAR macam BUMN dan perusahaan swasta BESAR yang punya proses recruitment ribet dan panjang (*tapi tak sepanjang coki-coki) akhirnya aku mencoba, ya! Aku mencoba untuk berjuang di perusahaan2 swasta kecil. Apa itu perusahaan swasta kecil?? Yah semacam perusahaan swasta yang nggak terlalu banyak karyawannya, dengan proses recruitmen nggak ribet, dan gaji yang harus pintar-pintar disyukuri, eh tapi yang penting itu dapet PENGALAMAN!! Aha! Mengingat aku adalah jobseeker aseli (*tanpa pengalaman maksudnya) jadi sepertinya, iya sepertinya ini akan jadi kerikil loncatan. Iya dari kerikil melompat ke batu kecil, lalu batu sedang, barulah batu besar kemudian terlempar ke tembok (*menggenaskan ya sodara-sodara)

Oke. Perburuanku dimulai dari suatu perusahaan percetakan. apa aja yang dicetak? Bukan Koran, majalah dan sejenisnya tentunya. Yang dicetak itu contohnya adalah kemasan produk. Banyak produsen yang cuma memproduksi produknya aja, sedangkan kemasan produksnya, mereka subkontrak ke perusahaan-perusahaan percetakan semacam ini. Nah ceritanya aku melamar di posisi PPIC (Production Planning and Inventory Control) yang memang adalah “teknik industry” sekali. Sesuai sama jurusanku.

Tes tahap pertama adalah interview. Oh iya, enaknya di perusahaan swasta gini, kalo ada tes interview, kita bisa tawar-menawar jadwal. Misalnya nggak bisa senin besok, kita bisa minta senin besoknya lagi, asal si perusahaan nggak mendesak gitu butuhnya. Tapi kalo kamu nglamar di perusahaan besar ya jangan harap bisa minta ganti jadwal, paling juga kamu bakalan disemprot “SIAPE ELU??!”

Pas interview, kebetulan aku dianter sama rombongan, jadi ceritanya emang mereka ada perlu sendiri abis aku interview. Isi rombongannya aku, kakakku, kakak iparku + sopir kantornya kakak ipar. Letak perusahaannya adalah di suatu kawasan industry, namanya juga kawasan industry, ya pasti dimana-mana pasti ada pabrik-pabrik beraneka rupa, truk-truk besar dan sebagainya. Lalu dimanakah perusahaan yang dituju ini?? kita sampe muter-muter nggak jelas kesana kemari, karena papan penunjuk blok sekian-sekian emang nggak jelas.

Sempet kita ngelewatin bangunan belom jadi yang kayaknya arah-arahnya sama kayak alamat perusahaan ini, terus dengan tega pak sopir bilang “jangan-jangan ini mbak perusahaannya..mereka ngrekrut karyawan dulu, biar ntar kalo udah jadi bangunannya, mbak bisa langsung kerja” kata pak sopir kalem sambil nunjuk-nunjuk bangunan yang belom jadi. Aku Cuma diem…menahan tangis dan air mata. Ini tidak mungkin!! Ya tuhan…ini nggak bener kan..pak sopir becanda aja kan???

Akhirnya…sampai juga kita di depan suatu bangunan pabrik. Masih baru gitu, soalnya masih bau-bau cat. Dari alamatnya sih pas. Dan waktu ditanya sama satpam emang ini perusahaannya. Dari gerbong “selamat datang ke kawasan industry” sampai pabrik sini lumayan jauh ih. Tapi tak apalah.

Begitu masuk ke lobi, ternyata masih harus nunggu, karena interviewernya lagi meeting. Pas udah kelar meeting langsung aku mulai interviewnya. Interviewernya masih muda. Pasti baru juga di situ (*sok tau, nggak berani nanya juga). Kebanyakan dia tanya soal pengalaman magangku, laporan magang sampai skripsinya tentang apa. Aku bilang waktu bikin laporan magang, aku bikin perbaikan kualitas produk pake SIX SIGMA. Sempet dia nyodorin kertas, tanya apa itu metode SIX SIGMA, berharap aku bakal nerangin secara gamblang lewat corat-coret di kertas itu. Aih matek! Aku udah lupa..itu kan udah berabad-abad yang lalu aku pelajari..(*ini lebay. Jelas-jelas aku baru lulus 2009, bukan berabad yang lalu, memangnya aku satu angkatan sama homo sapiens?) akhirnya dengan ingatan seadanya aku jelasin juga apa itu SIX SIGMA. Ah toh ya dia pun juga sepertinya nggak ngerti juga ya. Kalo aku boongin juga nggak ketauan kan. mudah-mudahan sih.

Interview berakhir. Katanya bakal ada tes psikotes selanjutnya, tapi tunggu peserta yang lain juga. Tapi sampai sekarang belom ada panggilan tuh. Mungkin emang nggak lolos ya.

Perusahaan swasta kedua adalah….mmm..salah satu apotek yang biasanya ada di mall-mall. Iya aku ngelamar sebagai OS (Operation Supervisor). Tugasnya adalah membawahi satu outlet apotek. Jadi keluar masuknya obat, training karyawan, stok produk, semua OS yang bertanggung jawab. Tesnya dimana coba?? Di Mall!!! Iya tesnya di salah satu outlet apotek mereka di mall. baru kali ini aku tes di Mall. Dan ini adalah tes psikotes. Aku nggak bisa bayangin, gimana rasanya tes psikotes di Mall?? Tes-nya jam 10. Aku dateng ke outlet apotek di mall itu jam 10 kurang beberapa menit dan coba tebak…. Apoteknya belom buka!! Baru buka sedikiiiit gitu. Aku liat ada mbak-mbak di dalem lagi sibuk nyiapin apoteknya mau dibuka.

“mbak, di sini ada tes psikotes?” aku nanya ke mbak-mbak itu.

“iya ada nanti ya mbak jam 10, tunggu apoteknya buka dulu.”

Setelah nunggu sebentar, akhirnya mulai juga tes psikotes. Pesertanya Cuma 2 orang. Ini emang tesnya jadwal tiap orang beda-beda gitu. Tesnya kebanyakan adalah tes kepribadian. Semacam pertanyaan A : “saya adalah orang yang senang dengan tantangan”, B : “saya senang bergaul dengan siapa saja” dan kamu harus memilih satu diantara dua. Iya itu tes yang sering ada di psikotes. Nanti pertanyaannya berulang, jadi jawabannya juga harus konsisten. Untung tesnya bukan yang kubus dibolak-balik atau pertanyaan psikotes susah yang lain. Kalo iya, pasti aku udah stress berat ngerjainnya. Gimana nggak stress, di depan apoteknya persis itu toko jualan CD, dan sepanjang tes mereka asik muter music kenceng-kenceng!

Setelah tes psikotes, kalo lolos, bakal ada tes interview. Aku pikir tadinya aku nggak lolos, karena nggak dipanggil-panggil. Tapi ternyata ada panggilan, tapi harus interview di Jakarta. Aku minta ganti jadwal karena nggak bisa mendadak kalo harus ke Jakarta, dia udah reschedule lagi, eh ternyata aku nggak bisa juga soalnya hari itu pas ad tes cpns, aku minta reschedule lagi, tapi belum dihubungin lagi sampe sekarang. fiuh..ya sudahlah kalo rejeki nggak kemana kok. (*nah ini kalimat penutup yang menghibur diri namanya). Hohoho.

Minggu, 17 Oktober 2010

PLN…redup..terang..redup...terang....

Rumorsnya..waktu itu PLN emang lagi recruitment besar-besaran, sering banget dia buka lowongan sana-sini, dari yang lewat jalur biasa, sampai program direct shopping, bedanya itu klo program direct shopping, PLN langsung mengadakan recruitment di sebuah universitas tertentu dan yang bisa mendaftar ya cuma mahasiswa universitas itu, mereka pun mempersingkat tahapan tes, dari yang biasanya 5 tahapan tes, jadi cuma 3 tahapan tes, dengan alasan mereka udah percaya sama lulusan universitas itu emang compatible.

Nggak sedikit juga temen-temen se-almamater yang udah masuk PLN lewat jalur direct shopping. Waktu itu emang ada direct shopping di kampusku, tapi karna buta informasi, selain itu dah keburu hijrah ke kampung halaman begitu kelar kuliah, akhirnya recruitment itu terlewatkan. Aku baru ikutan recruitment PLN waktu mereka ngadain di Jogja, tapi lewat jalur biasa yang harus mengikuti 5 tahapan tes.

Yang paling menyusahkan dari proses recruitment PLN ini adalah, kita harus menyerahkan berkas lamarannya langsung ke jogja, nggak bisa lewat pos. waktu itu kebetulan ada temen yang mau ikutan recruitment ini juga. Ini kedua kalinya dia ikutan recruitment PLN, katanya yang kemaren dia gagal di tahap 2, jadi sekarang pengen nyoba lagi. Dan orang seperti dia ternyata banyak banget, banyak yang udah nyampe tes kesehatan (tahap 4) trus gagal, akhirnya mencoba lagi dan lagi, ada yang udah ketiga bahkan keempat kalinya tes PLN!! Waww..seberapa menggiurkannya kah perusahaan ini sampai orang nggak bosen-bosen buat ikutan tes, yah namanya juga BUMN, selalu jadi incaran setiap jobseeker, bahkan yang udah bekerja sekalipun. Nah tentang kirim berkas lamaran ini, aku sempet nanya sama temenku itu, apa iya harus kita sendiri yang kirim berkasnya, masa iya nggak boleh nitip, dan dia pun dengan mantap bilang

“harus kita sendiri yang nyerahin berkasnya, nggak boleh diwakilin, harus pake pakaian rapih juga, pake sepatu..”


Akhirnya aku pun nurut aja, setelah mengumpulkan semangat, aku sama temenku itu berangkat pagi-pagi ke jogja buat nyerahin berkas lamaran, 4 jam perjalanan nggak berasa, ehm..ok, I lied!..4 jam perjalanan berasa banget lamanya!! Belom lagi kita harus jalan kaki dari bunderan ugm nyampe fakultas teknik, rute yang cukup bikin kaki gempor! Panas pula… cobaan jobseeker, batinku. Huft. Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya kita nyampe juga di fakultas teknik, di sana udah banyak banget orang-orang, dengan misi yang sama sepertiku, menyerahkan berkas lamaran PLN. Ternyata banyak temen-temen se-almamater yang ikutan recruitment ini. Untuk menuntaskan misi, aku langsung nyerahin berkas ke mbak-mbak yang udah standby disana. Simple banget sebenernya, kita cuma nyerahin berkas, truz sama dia dicek kelengkapannya trus kita tanda tangan. Selesai. Tapi yang membuat aku shock seketika waktu itu adalah, ada seseorang tiba-tiba nyeletuk.

“mbak, kalo ada temen nitip nyerahin berkasnya bisa nggak?”
“Oh bisa…..”


HAH???!!! Jadi berkasnya bisa dititipin???? Aku langsung melirik tajam si temanku yang kasih info sesat itu, kebetulan dia lagi jalan ke arahku..seketika ada pergulatan batin TAMPOL..NGGAK..TAMPOL..NGGAK..TAMPOL…NGGAK…GGRRRRRR….

“Eh menyesatkan..!kata kamu harus nyerahin berkas sendiri??tu tadi mbaknya bilang bisa kok nitip gitu..”
“oh ya? Aku nggak tau…abiz kalo dulu pas aku ikutan, suruh nyerahin sendiri berkas lamarannya..”


Ah ya sudahlah....toh udah terlanjur juga..abis nyerahin berkas kita langsung bergegas pulang lagi, menempuh 4 jam perjalanan lagi, dan langsung tidur begitu nyampe rumah. What a heavy day…..

Jadwal PLN udah keluar, saatnya mengikuti tes tahap pertama : GAT (General Aptitude Test) atau tes kemampuan umum. Tes PLN lewat jalur biasa ini ada 5 tahapan tes dengan system gugur, tahap pertama GAT, tahap kedua Tes akademik (tergantung posisi yang kita ambil) dan bahasa inggris, tahap ketiga psikotes (tes pauli, gambar, kepribadian) dan focus group, tahap keempat tes kesehatan, tahap kelima wawancara. Setelah lolos semua tahapan pun kmu baru akan menjadi OJT (on job training) untuk kemudian masih diuji lagi apakah bisa diangkat jadi pegawai tetap atau tidak. A long..long way to go,eh?

Ada cerita lucu dari peserta tes lain yang udah pernah ikutan tes PLN sebelumnya dan gagal di tes kesehatan. Dia cerita, pas tes PLN yang waktu dia gagal itu, pas ngerjain tes pauli, tiba-tiba jleb!!mati lampu. Orang-orang pada panik, bisa-bisanya di saat ngerjain tes pauli yang butuh konsentrasi tinggi dan berlomba dengan waktu, eh kok mati lampu??! Apa jangan-jangan ini bagian dari tes PLN juga? Kita tau sendiri sekarang PLN banyak dihujat karna seringnya “pemadaman listrik”, makanya peserta tes diuji, kalo mereka pada maki-maki PLN pas mati lampu, berarti mereka langsung didiskualifikasi!! Haha..just my imagination. Pastinya mati lampu waktu itu kesalahan teknis yang nggak disengaja, tapi untungnya..waktu tes PLN yang ini, semua lancar dan nggak ada mati lampu.

Tahapan demi tahapan tes pun terlewati, sampai aku menulis blog ini, aku sudah melewati tes tahap 4, tes kesehatan. Ini pertama kalinya aku ikut tes kesehatan, jadi bisa dibilang ini rekor baru buatku, setelah sebelumnya selalu gagal di tiap tahapan tes, dan nggak pernah nyampe ke tes kesehatan.

Tes kesehatan PLN terkenal ketat banget, sama kayak Pertamina. Sebenernya ini wajar aja, karna kan kalo kita udah jadi pegawai mereka, biaya kesehatan seluruhnya mereka yang nanggung. Karena ketat itulah makanya banyak yang mati-matian diet buat lolos tes kesehatan ini atau dalam istilah mereka, “tirakat dari makanan enak”. Memang PLN sengaja keluarin pengumuman lolos tes tahap 3 untuk megikuti tes tahap 4 atau tes kesehatan ini, beberapa minggu sebelum hari-H, jadi bagi yang lolos, bisa mempersiapkan diri untuk ikut tes kesehatan.

Mereka yang niat banget ikut tes kesehatan biasanya nggak makan daging-dagingan, gorengan, makanan bersantan, makanan berpengawet, makanan ber-MSG, minuman manis-manis, jadi apa dong yang mereka makan?? Cuma daun-daunan, nasi juga mereka ganti dengan oatmeal atau beras merah, minum air putih, plus jogging tiap pagi selama kurang lebih 2 minggu. Ckckck, dan apakah aku melakukan hal yang serupa?? Oh tentu tidak, secara waktu itu moment-nya pas lebaran dan pasca lebaran, alhasil saya makan aja seperti biasa, tetap menelan makanan bersantan dan gorengan, tapi untuk gorengan emang agak dikurangi, agak lho ya..bukan nggak makan sama sekali. Kalau makanan ber-MSG, bisa diatur lah, kan selama di rumah, makan masakan mama, jadi bisa nggak pake MSG juga. Ada kebiasaan yang memang aku lakukan udah sejak lama, sekitar 2 tahunan yaitu aku selalu minum air putih dan nggak makan mi instan, bisa dihitung deh aku minum minuman lain selain air putih, jarang banget, paling seteguk-dua teguk doang, itu juga karena suguhan waktu namu, bahkan kalo makan di restaurant atau tempat makan lain pun aku selalu pesen air putih. Gitu juga sama mi instan, bisa dibilang jaraaanngg..bangeeet makan mi-mi instan gitu. Nah kebiasaan-kebiasaan ini nih yang baru kerasa faedahnya pas moment-moment kayak gini.

Untuk antisipasi aja, aku coba cek kesehatan di lab prodia. PLN emang dari dulu selalu pake lab prodia buat tes kesehatan. Dari hasil lab, ternyata kolesterol, gula darah, asam urat, trigelserid, urin, semua normal. Cuma Hb aja yang rendah. Dan emang aku dah tau ini dari dulu. Susah banget naikin Hb, sebelum tes kesehatan aku dicekokin hati ayam, hati sapi sama mama, ada juga saripati ayam yang rasanya kayak larutan royco, trus tiap hari minum sari kurma. Semua itu buat ningkatin Hb. Nggak tau ngaruh apa nggak. Namanya juga usaha.

Hari-H pun tiba. Saatnya menjalani tes kesehatan di lab prodia Jogja. Tesnya dari pagi sampe sore, tes-nya macem-macem, dari mulai darah, urin, tes pendengaran, keseimbangan, EKG buat jantung, rontgen, fisik dokter. Karena mereka melayani 180 orang dalam 1 hari, alhasil kita kelamaan ngantrinya daripada tesnya, apalagi untuk tes fisik dokter. Untuk peserta cewek diperiksa dokter cewek, begitu juga sebaliknya. Untunglah yang cewek nggak pake bugil, soalnya denger-denger yang cowok suruh bugil, udah gitu mereka masuk ke ruamgan nggak satu per satu, tapi tiga-tiga, terakhir malah suruh masuk enam-enam. Hahahhaa..nggak kebayang gimana ekspresi mereka.

Satu kritik aja sih buat tes kesehatan PLN waktu itu, pas rontgen, ternyata operator rontgen itu semuanya cowok, tak terkecuali untuk peserta tes cewek, tetep aja operator rontgennya cowok. Agak risih emang, apalagi suruh buka jilbab plus baju untuk rontgennya tipis bukan main. Risih banget pokokny! Untungnya aku waktu itu pake daleman jilbab yang kayak topi, jadi bisa nutup kepala sampe telinga. Tapi dengan baju setipis itu..bener-bener nggak nyaman. Waktu tes pendengaran juga kita suruh buka jilbab dan operatornya lagi-lagi cowok. Mungkin lain kali lab prodia harus mempertimbangkan masalah etika seperti ini juga.

Tes kesehatan berlalu, mereka bilang kita harus menunggu kurang lebih dua minggu untuk tahu lolos atau tidaknya. Aku sendiri, antara berharap dan tidak, karena ternyata aku baru tahu belakangan kalau ini untuk penempatan luar jawa dan luar bali, tapi takdir kan Allah SWT yang menentukan, aku cuma bisa berusaha yang terbaik di tiap kesempatan.

Mungkin memang aku ditakdirkan untuk tidak terlempar ke luar jawa... :) ternyata aku nggak lolos. ini antara sedih dan nggak, bukannya pesimis, tapi hasilnya seperti yang aku duga. dan hasil ini sama sekali tidak membuat aku down. dan memang inilah yang jadi harapanku tiap kali aku tes kerja. aku sudah berusaha semampu aku, yang paling aku takutkan adalah ketika aku gagal, aku akan down dan nggak semangat lagi. itu yang paling aku takutin. dan aku cuma berharap sama Allah, jangan buat aku down, apapun hasilnya. dan Allah pun mengabulkan. :)

Aku tahu proses recruitment PLN ini menguras banyak energi, waktu, uang dan apalah itu pengorbananku. tapi hey, I'm not the only one! banyak juga kali yang gugur dan nggak cuma sekali, banyak yang berkali-kali ikutan tes PLN ini dan gugur, jadi pengorbanan aku bukan apa-apa. nggak ada alasan buat menyesal. ini adalah proses pembelajaran yang amat sangat berharga. jadi..tetap semangat!

CONOCO PHILIPS

Apa yang pertama kali terbesit di kepala kamu waktu denger CONOCO PHILIPS?? Perusahaan lampu? Oh bukan..bukan.., perusahaan cokelat?? (sumpah, awalnya aku pikir ni perusahaan cokelat!! >”<) ternyata dia adalah perusahaan pertambangan minyak asing! Wew..perusahaan ini sama kayak PERTAMINA kalo di Indonesia.

Aku tau ini juga nggak sengaja, waktu itu ada temen yang kerja di pertamina cerita, kalo dia punya temen yang kerja di sana, dan dia bilang kalo Conoco Philips itu adalah perusahaan minyak, sama kayak pertamina. Waktu aku bilang “aku pikir perusahaan cokelat” dia pasang tampang aneh, tapi ternyata dia lebih aneh lagi, dia bilang kalo dia itu dulu juga nggak tau kalo TOTAL itu adalah perusahaan minyak, pas dia ikutan tes recruitment-nya, di company brief sebelum tes, orang dari TOTAL ngomong cas-cis-cus soal minyak. sambil gelisah penasaran, akhirnya dia tanya sama orang disebelahnya yang ikutan tes juga

“ngomong-ngomong TOTAL tu perusahaan apa to??”

orang itu pun menjawab dengan setengah nggak percaya “perusahaan minyak….”

“haah???! Aku pikir perusahaan air minum…!”

HENING…

Yeah..aku pun sujud sukur masih ada orang yang lebih konyol dari aku.
Dan untungnya aku sempet tau Conoco Philips itu perusahaan apa sebelum aku ikutan tes recruitmentnya. Aku masih inget lokasi tesnya di MM UGM. Pertama kali masuk ke MM UGM….dan kesan pertama adalah…kereeennn….suatu hari aku bakal kuliah di sini…(ngarep).

Nah di sini juga aku ketemu temen KKN dulu, arina, syukurlah ada orang yang aku kenal, tiap ikutan tes kerja, aku emang jarang ketemu orang yang udah aku kenal sebelumnya. Biasanya semua muka-muka baru.

Waktu registrasi, dia langsung mendekat sambil bisik-bisik “kita duduknya sebelahan ya..”

“okeh..okeh…”jawabku..bisik-bisik juga

Satu per satu masuk ruangan, ternyata masing-masing dapet kotak snack dan..eh apaan tuh? Mereka punya souvenir??asik..asik..asik…dapet souvenir!! Ada tiga jenis souvenir yang mereka sediakan, dua diantaranya keliatan kayak dompet bentuk kotak sama bulat, yang ketiga itu gantungan kunci. Sumpah, aku pikir kita bakal dikasih tiga-tiganya!!udah kegirangan duluan, tapi eh ternyata masing-masing cuma dapet 1. Aku Cuma dapet dompet bentuk kotak. KECEWA.

Waktu masuk ruangan, dengan norak souvenir tadi langsung ku buka resletingnya, waw, ternyata ini bukan dompet!! Tapi hand bag yang bisa dilipet-lipet jadi kotak kecil truz bisa ditutup pake resleting! Sering – sering aja nih tes kerja dikasih souvenir.

company brief sebelum tes pun dimulai, Arina keliatan mupeng banget ngeliatin satu per satu slide presentasi mereka. Ada gambar cewek pake wear pack berdiri di kapal yang ada di tengah laut. Kayak lagi mau proses drilling gitu. Dia bilang itulah cita-citanya dari dulu, kerja di off shore. Dia emang jurusan teknik kimia, jadi kalo keterima, emang bakal ditempatkan untuk posisi seperti itu.

Kalo aku? Jangan tanya, sama sekali nggak pengen. Untungnya teknik industri di sini ditempatkan untuk posisi business apprentice yaitu program on job training selama 2 tahun, sebelum jadi pegawai tetap dan pastinya business apprentice disiapkan buat jadi management leader, makannya penempatannya otomatis on shore, di dalam kantor ..ga di tengah laut kayak gitu. Terus terang aku mabok laut, jadi nggak kebayang kalo haruz kerja kayak gitu, kan nggak lucu kalo minyak mentah yang dibor terkontaminasi sama muntah.

Proses recruitment Conoco Philips ini pada akhirnya nanti hanya akan mengambil kurang lebih 15 orang untuk posisi business apprentice (posisi yang ku apply) dan 15 orang untuk petrotech apprentice (posisi yang Arina apply) seluruh Indonesia!! Baiklah, dari kurang lebih 200 orang yang ada di ruangan ini dan pastinya ratusan orang lain yang ikut recruitment di Jakarta, Bandung dan Palembang, akankah aku jadi salah satu yang terekrut ?? PESIMIS.

Arina bilang dia udah sering ikutan tes recruitment untuk perusahaan-perusahaan minyak kayak gini, semacam pertamina, Total, Sclumberger, nah tes di sclumberger ini yang paling konyol. Dia cerita waktu itu tes awalnya walk in interview, dan untuk perusahaan sekelas sclumberger, yang ikutan tes dari seluruh Indonesia pastinya ribuan orang dong, dan tahukah anda pada akhirnya ada berapa orang yang keterima di perusahaan itu??!! 1 orang aja. SADIZZZ!!.


Perusahaan itu pun membela diri dengan bilang

“ kami tidak akan segan-segan mengeluarkan banyak uang untuk proses recruitment besar-besaran seperti ini, karena pada akhirnya kami akan mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik.”

OH YEEAAHH….

Tes tahap pertama Conoco Philips adalah TOEIC, dan ternyata kita berdua lolos tes ini, tes berikutnya adalah tes psikotes, semacam serangkaian tes GAT (General Aptitude Test) , tes kepribadian, Tes Pauli, dan akhirnya tes gambar. Tadi pagi aku nyampe gedung ini jam 7 pagi, dan akhirnya baru kelar jam 6 sore. Belom lagi besok pagi dilanjutin interview. What a TEPAR day.

Kelar interview besok paginya, mereka bilang kalo pengumuman lolosnya kurang lebih sebulan lagi. Waw, kenapa ga setahun lagi aja mbak??

Dan selama sebulan itu, aku dan Arina saling kontak hanya sekedar menanyakan “Conoco udah ada pengumuman belom??” Sampe akhirnya setelah sebulan, cuma Arina aja yang di sms untuk lanjut ke tes tahap berikutnya di Jakarta. Aku nggak dapet sms apapun. Dan denger punya denger, dia pun ternyata gagal di tes lanjutan itu. Huft…

PGN (Perusahaan Gas Negara)........... Dan Kekonyolan pun terjadi di sini…

Dari semua tes kerja yang pernah kujalanin, sebenernya tes PGN ini yang paling konyol. Bukan tes-nya yang konyol, tapi sayalah yang kelewat konyol. Ok, tes diadakan di MM UGM. Tempat tes paling enak di jogja selain graha sabha UGM emang MM UGM, tempatnya bersih, view-nya juga bagus, dan terutama toiletnya. Karna tes berjam-jam pasti mau nggak mau harus ke toilet, jadi kalau toilet bersih kan enak, hehe.

Tahap pertama adalah GAT (kalau nggak salah), jadi tesnya itu sama kayak tes GAT pada umumnya, semacam kubus dibolak-balik, trus ada deret hitung, trus yang lain aku bener-bener lupa, tapi yang jelas, soalnya emang banyak banget, dan terus menerus tanpa jeda. Hari itu, peserta tes keseluruhan dibagi jadi 3 gelombang. Kebetulan teman-teman seangkatan waktu kuliah dulu juga banyak yang ikut dan untungnya kita jadi 1 gelombang. Siapa yang lolos hari itu akan diumumkan sore harinya. Dari pada bengong sampe sore di sana, akhirnya aku memutuskan untuk pulang aja, nanti sore atau malem barulah aku ke sana lagi buat liat pengumuman.

Jujur nih, moment paling bikin males dari tes kerja adalah liat pengumuman. Biasanya mereka tulis pengumuman di kertas terus di pajang di depan pintu ruangan tes atau di papan pengumuman kalo ada. Moment-nya paling bikin males karna buat ngeliat pengumuman itu kita harus heboh berdesakan sama peserta tes yang lain, dan belom tentu nama kita ada.

Nah kekonyolan dimulai dari sini. akibat ketidaksiapan hati untuk melihat pengumuman, akhirnya setelah maghrib, aku coba tanya dulu ke temen-temen seangkatan yang juga ikutan tes. Ada beberapa yang sengaja nunggu sampe sore di sana dengan pertimbangan, kalo nggak lolos mereka mau langsung balik ke Semarang. Salah satu dari temen yang ku-sms bilang, dari temen-temen seangkatan, yang lolos itu cuma Adin, dan temen lain yang ku sms pun bilang hal yang sama, kalo cuma Adin yang lolos. Langsung deh berasa desperado gitu. Dan efeknya jadi males liat pengumuman langsung.

Malam itu, aku emang keluar, niat hati mau liat pengumuman sama cari makan, berhubung udah males, akhirnya aku cari makan aja. Sempet ngelewatin MM UGM. Beuh… rame bangettt…orang-orang pada heboh liat pengumuman, secara 3 gelombang, semuanya pengumumannya sore itu, dan cuma ditempel di satu papan. Jadi pada rebutan gitu deh. Aku memutuskan untuk nelfon travel, pesen tiket buat pulang besok pagi. Akupun berinisiatif sms Adin buat ngucapin selamat, sms-qu gini :

“adin, selamet ya..kamu lolos, kata temen-temen Cuma kamu yang lolos. irma”
“aku belum liat pengumumannya ma, ni lagi otw kesana.”
“oh kalo gitu nanti kalo kamu liat pengumumannya, liatin namaku juga ya sekalian”
“ok”


Nggak lama, ada sms masuk. Dari Adin

“Irma, nama kamu nggak ada, yang lolos aku, sama ada satu temenku. “

Baiklah, aku makan malam itu dengan perasaan pasrah, agak-agak hopeless, perasaan yang selalu aja hinggap tiap kali aku gagal. Meskipun berkali-kali gagal, tapi tetep aja ngerasain ini, Cuma bedanya, aku jadi jauh lebih bisa menata hati kembali setelah gagal berkali-kali. Kalo dulu pertama kali tes, ketika gagal, mungkin langsung bener-bener hopeless tak tertolong.hehe

Jam 11 malem. Dan belom bisa tidur, tiba-tiba ada sms masuk, dari salah satu temen seangkatan yang ikut tes tadi.

“maap Irma baru bales sms. Tadi aku liat emang Cuma adin yang lolos, tapi aku nggak terlalu liat semuanya sih, kamu lolos?”
“iya emang Cuma Adin yang lolos,aku nggak lolos”


Nggak berapa lama ada sms masuk lagi, masih dari teman yang sama.

“loh Irma, kata adin kamu lolos kok, coba kamu konfirmasi dia lagi”

HAHH??? Ah ga mungkin. Adin sendiri yang bilang aku nggak lolos. Akhirnya aku memutuskan buat sms Adin lagi, mudah-mudahan dia belum tidur.

“Adin, kayaknya ada salah paham nih, kamu tadi liat namaku nggak?kok kata wahyu aku lolos?”
“LOH, ini Irma anak industry ya? Aku pikir ini Irma temenku anak psikologi. Aku nggak tau nomormu ganti ma.”


ASTAGA!!!!! Jam menunjukkan pukul setengah dua belas malam, dan aku baru tau kalo aku lolos, padahal kalo lolos, besok pagi jam 7 aku harus ikut tes tahap selanjutnya.ARRGG!!! Malem itu rasanya nggak keruan. Perasaanku kayak dicampur aduk. Emang salahku sendiri sih nggak liat pengumumannya sendiri. Huft, pelajaran hari itu, apapun yang akan terjadi di depanmu, baik itu baik atau buruk, hadapi saja. Trust me, walaupun selalu ada resiko untuk kalah, tapi kalo kita nggak menghadapinya, kita nggak akan punya kesempatan untuk menang.

Baiklah, dengan berat hati, besok pagi-pagi aku nelpon travel, untuk ngebatalin tiket, agen travel kayaknya marah banget, soalnya langsung ditutup gitu telponnya, dan aku pun harus nelpon orang tua di rumah buat kabarin kalo aku lolos dan nggak jadi pulang. Eh malah dimarahin juga, katanya aku teledor, bla..bla…hikz..pagi itu aku diomelin banyak orang. Semua gara-gara kekonyolonku nih. Nggak lagi-lagi kok…janji.. :(

Pagi itu tesnya adalah toefl. Akhirnya aku tes berdua sama si Adin itu, dia Cuma geleng-geleng waktu liat aku pagi itu.

“kenapa kamu nggak liat sendiri sih??”

Oh sudahlah..saya sudah cukup dapet omelan hari ini. Aku liat sekeliling, orang-orang pada bawa buku, bahasa inggris pastinya, ada yang sambil komat-kamit seperti menghapalkan sesuatu. Nah situasi kayak gini nih yang nggak asik. Pertama, seberapa ngaruhnya sih orang yang belajar di detik-detik terakhir tes mau mulai sama hasil tesnya nanti?? Kenapa orang-orang ini harus belajar? Bikin panik aja, aku bener-bener nggak ada persiapan untuk tes pagi ini, ya iyalah, baru tau lolos aja tengah malem tadi.

Tes toefl usai sudah,ternyata nggak Cuma tes toefl aja, ada juga tes perbendaharaan kata, pake bahasa Indonesia. Tesnya lucu. Baru kali ini aku tes kayak gini. Salah satu contoh tesnya kayak gini nih, misalnya ada kata “pensil”, kita dalam kurun waktu singkat harus cari apa kegunaan pensil yang nggak lazim, tapi masih masuk akal, kayak misalnya buat sumpit, buat tusuk konde atau apa deh terserah kreatifitas kita aja. Peserta tes yang lain pun ngerjain sambil garuk-garuk kepala n senyum-senyum sendiri. Pengumuman beberapa jam lagi, dan Alhamdulillah ternyata aku sama Adin lolos lagi, dan hari itu juga kita lanjut ke tes kepribadian dan tes kraeplin.

Besok paginya lanjut ke FGD (Focus Group Discussion). Kita dibagi 6 atau 7 orang tiap kelompok. Materi yang dibahas adalah prioritas yang seharusnya ada dalam diri karyawan. Ini pertama kalinya aku ikut tes FGD. Tips dari orang-orang adalah, jangan terlalu mendominasi, tapi juga jangan diem, jadi harus tetep aktif dalam diskusi. Sebenernya aku nggak terlalu suka tema ini, karena semua pilihan prioritas yang dikasih itu bagus-bagus, semua relative sama aja, jadi bingung juga kita milihnya. Setelah FGD kelar, kita satu per satu disuruh masuk ruangan lagi, ada interview singkat, mereka Cuma mengkonfirmasi data pribadi kita. Ada satu pertanyaan dari bapak interviewer itu ke aku.

“PGN ini kan ada di seluruh Indonesia ya, ada di jakarta, riau, papua, kalau kamu lolos jadi pegawai PGN, kamu mau ditempatkan dimana?”

Ehm, pertanyaan menjebak. Dan aku memilih untuk menjawab sesuai kata hati aja.

“saya prioritas di Jawa aja pak.”

Tahap setelah tes kepribadian dan FGD ini sebenernya adalah tes kesehatan, sayang, aku sama Adin nggak lolos. Aku mikir, apa karna gara-gara jawabanku yang lebih milih prioritas jawa aja ya, padahal ternyata recruitment kali ini mayoritas bakal ditempatkan di Riau. Wew.. Ya sudahlah, ini yang terbaik, walaupun pada akhirnya gagal juga di tes PGN ini, tapi setidaknya aku gagal setelah berusaha semampuku menjalankan tesnya, bukan karna keteledoranku yang males liat pengumuman. Kalo gagal karna hal konyol itu sih dijamin aku bakal nyesel seumur hidup. Hhmm..

PT.ASTRA INTERNATIONAL

Astra International itu salah satu perusahaan swasta yang rajin banget buka lowongan, secara anak perusahaan mereka banyak banget. Dan Astra ini termasuk perusahaan yang banyak kasih lahan buat anak-anak teknik industri semacam saya. Nah saking banyaknya ngelamar lowongan-lowongan di Astra, suatu hari, waktu dapet sms buat ngikutin tes recruitment mereka di jogja, satu tanya langsung terbesit di pikiranku.. “ini recruitment untuk lowongan yang mana ya??” -____-“

Sampai hari-H tes diadakan, aku masih belom ngerti ini tes untuk lowongan yang mana atau posisi apa. Tes diadain di kampus UGM, fakultas hukum. Sampe ke gedung-nya, ternyata tesnya di lantai 3. Huft..nggak ada lift-nya ya??

Waktu lagi naik tangga, tiba-tiba ada orang nyusul dari belakang.

“Tes Astra ya mbak?” tanya orang itu sambil nunjuk ke lantai atas.
“iya, tes Astra juga?jurusan apa?”
“Teknik Industri, ini untuk posisi MT Audit kan?”


TERJAWAB SUDAH.

Ternyata ini untuk posisi Management Trainee Audit. Setelah kuingat-ingat posisi ini belom lama ku apply, dan posisi ini ditujukan untuk jurusan teknik industri, manajemen, akuntansi, sama teknik informatika.

Tes tahap pertama adalah tes GAT atau tes kemampuan umum, seperti biasa. Tapi sungguh Tes GAT yang ini luaarr biasa!! Buanyak banget! Buku soalnya aja tebel gitu. Dan tesnya tuh terus menerus tanpa jeda. Dari mulai persamaan kata, lawan kata, kata dibolak-balik, kelompok kata, itung-itungan, deret angka, kubus dibolak-balik, ngitung jumlah kotak-kotak, sumpah nggak ada jedanya! Pantes aja tadi panitianya nawarin yang mau ke belakang sebelom tes. Dan walopun aku udah ikut petunjuk panitia buat ke belakang sebelum tes dimulai, tetep aja di beberapa tes terakhir, aku kebelet pipis lagi. Tak tertahankan. Kelar tes, langsung cabut ke belakang buat pipis. Huft.

Pengumuman lolos tes itu beberapa jam setelah tes, itupun kalo lolos, langsung masuk ruangan lagi buat tes psikotes (tes gambar, wartegg tes, tes kreaplin dan tes kepribadian) lagi. Aku pun lolos dan langsung masuk ruangan buat ikut tes selanjutnya.

Sebelom tes kita disuruh ngisi biodata dulu. Iseng, aku lirik kiri kanan, sebelah kananku, cewek, tampangnya santai, suka kedip-kedipin mata, jurusan akuntansi, UNIBRAW. Ipk 3,65. Sebelah kiriku, cowok, tampangnya serius, aku liat dia lulusan hukum UGM, ipk 3,85. Seketika badanku lemes, bisa gila aku di sini!!! Akhirnya kuputuskan buat nggak usah lirik sana-sini lagi.hikz.

Ini pertama kalinya aku tes gambar, wartegg, sama kreaplin. Aku tau tes kreaplin itu kayak apa. Tapi belom pernah ngerjain tes ini. Ini adalah tes deret hitung, dimana kamu bakal dikasih satu lembar kertas yang lebarnya kayak ukuran A3 tapi panjangnya mungkin dua kali lipat A3. Di kertas itu ada angka berderet-deret, dimana aturannya, kamu harus menjumlahkan tiap 2 angka dimulai dari angka yang paling bawah ke atas. Nanti kalo ada bunyi ketokan, itu tandanya kamu harus pindah ke deret di sebelahnya, begitu terus sampai waktunya habis. Tes ini fungsinya buat melihat konsentrasi kita saat bekerja.

Yah..yah..cukuplah teorinya, tapi prakteknya, tes ini susah-susah gampang. Susah buat kamu yang baru pertama kali ikutan tes ini, seperti aku. Sialnya, aku baru tahu kalo tes kreaplin ini, kalo jumlah angkanya lebih dari 9—seperti 10,11,12,dst—maka cukup tulis angka terakhirnya aja—seperti 0 untuk 10, 1 untuk 11, 2 untuk 12,dst. Buat aku ini malah mempersulit, setiap ketemu angka di atas 9, aku pake mikir dulu, kayak misalnya 16, nah 16 tuh angka belakangnya apa ya??

Well, mungkin terlihat bodoh, tapi kalo kamu belom biasa, agak susah juga lho mengerjakan tes ini dengan cepat. Nah, cheat untuk mengerjakan tes ini adalah, nggak perlu penuh-penuh ngitung sampai lembar atas—kayak bisa aja—tapi cukup kerjain sekitar 60 % aja, abiz itu langsung lanjut ke deret berikutnya, walopun belom ada bunyi ketokan. Usahakan stabil, kalo baris 1 dikerjain 60 %, maka baris-baris berikutnya juga kalo bisa 60 %, jadi nanti grafiknya akan stabil, tapi ada yang bilang, kalo grafiknya semakin naik, bakal makin bagus. Yah yang penting, jangan sampai menurun aja grafiknya.

Di tes Astra ini juga pertama kalinya aku tes gambar, gambar orang, gambar pohon, dan wartegg test. Aku suka gambar orang, waktu itu aku gambar cewek, pake blazer, bawa koper, lagi senyum, dengan background gedung Astra International—kayak tau bentuk gedungnya gimana aja. Belakangan baru aku tau kalo harusnya waktu kita disuruh gambar orang, gambarnya haruz lengkap, dari ujung rambut ke ujung kaki, harus sesuai dengan jenis kelamin kita, dan yang paling penting, harus sedang melakukan kegiatan, kayak lagi olah raga, ngetik di computer, mencangkul sawah (sumpah banyak orang-orang yang ikutan tes gambar, mereka gambar petani yang lagi nyangkul di sawah, ga tau filosofinya apa)

Ada juga tes wartegg. Tes wartegg itu tes gambar juga, ada 8 kotak. Masing-masing kotak ada yang gambar garis lengkung, kotak hitam, titik, dll. Kita disuruh meneruskan gambar-gambar itu jadi satu gambar yang utuh, setelah itu kita buat judul dan urutan gambarnya. Gambar mana yang lebih dulu kita gambar, kita kasih nomor urut 1, dst.

Serangkaian tes hari itu kelar sudah. Waktu udah hampir maghrib, tapi adek sepupuku nggak jemput-jemput juga. Sambil nunggu, aku duduk di bawah pohon beringin, di deket gerbang fakultas hukum. Entah udah berapa orang yang masuk ke fakultas hukum, berhenti di pohon beringin dan nanya
“ mbak, ini masuknya lewat mana ya??”
“oh lewat sana pak….”
Jawabku sambil nunjuk ke arah belakang. Tapi ada juga yang nanya
“pasca sarjananya di gedung sebelah mana ya mbak?”
“oh ke sana pak “
sambil asal nunjuk arah, kalo sampe orang itu salah gedung, bukan salahku dong, Lah, emangnya aku anak kampus sini??
Satu per satu orang udah pulang, sampai akhirnya tinggal aku sendirian di sana. Bener-bener sendiri, di bawah pohon beringin, maghrib-maghrib pula. Untung nggak ada bau-bau melati.

Lusa harinya tes dilanjutkan dengan interview. Kali ini lokasinya di dealer Astra di daerah Jombor, Jogja. Karena ini interview, jadi aku berpenampilan agak formal, tentunya dengan high heels andalan. Tanya satpam di depan gedung, katanya ruangan interview ada di lantai 4. Mampus. Harusnya tadi aku bawa sandal swallow juga, jadi ntar naik tangga pake sandal aja, pas udah nyampe ruangan baru ganti high heels. Tapi ternyata dealer ini punya lift! LEGA.

Nyampe di depan ruangannya ternyata masih harus nunggu giliran. Nggak terlalu lama, akhirnya namaku disebut juga. Interviewernya sendiri yang manggil, seorang cewek, cantik, masih muda banget, HRD-nya Astra Pusat.

Ruangan interview-nya luas banget, walopun ada yang lagi interview di situ, tapi tetep aja, rasanya hening gitu, yang kedengeran Cuma suara high heels-qu yang beradu sama lantai. TEPLAK-TEPLOK…ada salah satu interviewer yang lagi duduk, bapak-bapak, dia yang tadinya asik mencoret-coret sesuatu di kertas, agaknya mulai terganggu dengan suara TEPLAK-TEPLOK ini. Dahinya sampe mengkerut-kerut gitu.

Ya tuhan…sumpah, suatu hari nanti aku bakal menciptakan alat peredam bunyi yang bisa ditempel di alas high heels, biar nggak ada lagi suara TEPLAK-TEPLOK, dan produk ini akan kuberi nama “The silent high heels” dengan tagline “keep your hig heels calm”…Oh ya ampun sempet-sempetnya aku mikir gini di saat begini,

Interview pun dimulai. Semuanya lancar sampai akhirnya aku sadar aku membuat kesalahan fatal. Di biodata yang harus diisi pas tes kemaren, kita disuruh memprioritaskan posisi kerja yang kita inginkan, dan aku dengan bodohnya menulis HRD sebagai prioritas pertama, Quality Control sebagai prioritas kedua, dan Audit sebagai prioritas ketiga. Bagaimana mungkin aku bisa nulis audit di urutan ketiga, sedangkan aku sedang berjuang untuk mendapatkan posisi audit. Harusnya kan audit itu aku tulis sebagai urutan pertama!! Walaupun sejujurnya memang aku jauh lebih suka HRD dari pada audit. Tapi as a jobseeker, harusnya kita mengikuti angin, apapun posisi yang kita apply, itulah yang harusnya jadi passion kita. Setidaknya di mata interviewer seperti ini. Interview pun kelar. Tinggal nunggu pengumuman.

Well, belom ada seminggu berlalu tiba-tiba seorang kenalan dari tes Astra waktu itu sms, bilang bahwa dia dipanggil untuk ikutan tes lanjutan, sedangkan aku nggak dapat panggilan apa-apa (baca : nggak lolos). Dan akhirnya dialah cewek satu-satunya dari recruitment daerah jogja yang lolos jadi pegawai di Astra International. Bravo Girlz!!

BE A PART OF BANKING INDUSTRY????

Tiap kali masuk ke sebuah bank, aku sering terkesima dengan mbak-mbak cantik yang kerja di bank, wew…denger-denger mereka dikasih tunjangan khusus buat beli kosmetik, dan pastinya nggak hanya terlihat cantik, mereka juga terlihat pintar. Tapi herannya aku nggak terlalu tertarik untuk kerja di bank sebenernya, apalagi setelah masuk ke teknik industry, walaupun belajar tentang analisa resiko, dll tapi tetep aja, “these banking things” terdengar sangat asing dipikiranku, tapi karena ternyata bank itu adalah industry yang banyak sekali cabangnya, dan perputaran karyawan mereka yang cepat sekali, jadi pastinya mereka hampir selalu buka lowongan, terutama untuk fresh graduate, dan alasan ini yang buat aku pengen mencoba untuk masuk ke dunia perbankan ini. Siapa tau mungkin memang di sini jalan karirku..siapa tauuuu….

Sampai detik ini, setidaknya aku pernah mengikuti proses recruitment sejumlah 4 bank. Yang pertama adalah Bank Muamalat. Tesnya di Purwokerto. Kedua Bank BTPN, tesnya di jogja, ketiga Bank Syariah Mandiri, tesnya di Cilacap, dan yang terakhir Bank Mandiri, tesnya di jogja. Waktu mau tes Bank Muamalat, aku sempetin googling, cari tau apa itu perbankan syariah. Dan hasilnya…aku mulai mengenal istilah Al-Wadiah, Al-mudharobah, dan Al-Al yang lain. Wew…sebenarnya perbankan syariah itu nggak jauh beda sama perbankan konvensional, inti perbedaanya adalah kalo di bank konvensional, ada suku bunga yang mengikuti gerak inflasi, kalo di perbankan syariah, pake bagi hasil, jadi besar atau kecilnya “bagi hasil” itu, tergantung keuntungan bank. Selain itu, untuk urusan kredit, di bank konvensional mereka nggak perduli jenis bisnis apa yang kamu punya, halal atau haram, asal menurut analisa resiko kamu bisa balikin modal ke bank plus bunganya, kamu boleh dapet pinjaman dari bank. Sedangkan untuk bank syariah, pastinya hanya membolehkan bisnis yang halal, trus juga kalo kredit kayak rumah, mobil, kita nggak dibebani bunga, tapi bank syariah beli dulu barangnya, baru naikin harga ke kita yang mau beli. Intinya perbankan syariah ini seperti proses jual beli, toh berdagang itu diboleh kan di islam. Ya Tuhan..kenapa saya malah khotbah di sini??

Baiklah, pengetahuan seadanya tentang perbankan syariah ini ternyata nggak sia-sia juga, banyak yang keluar di tes, tapi ada juga pertanyaan-pertanyaan seperti siapakah nama ibu Nabi Sulaeman… (????!!) atau pengetahuan surat-surat Al-qur’an seperti surat Al Ikhlas itu surat keberapa, trus ada juga pertanyaan esay seperti menulis surat pendek Al-qur’an dengan tulisan arab, dll. Tapi yang aneh dari recruitment ini adalah, sampai detik ini—yang itu berarti udah berbulan-bulan yang lalu—belum ada pengumuman apa-apa, temen-temen yang waktu itu ikutan tes ini pun belum ada yang dihubungi, di website-nya juga belum ada pengumuman, padahal untuk kota-kota lain udah ada pengumumumannya. Aneh, tapi ya sudahlah…

Lanjut ke Bank kedua, Bank BTPN, banyak yang nggak familiar sama bank BTPN ini, banyak juga yang salah ngucap jadi PTPN, padahal PTPN itu kan BUMN yang bisnis intinya itu perkebunan, nah jadi BTPN itu adalah Bank Tabungan Pensiunan Negara, nasabahnya sudah pasti para pensiunan. Banyak juga kan pensiunan yang masih memilih untuk bekerja dengan buka bisnis apa gitu, nah Bank inilah semacam moderatornya. Nggak banyak cerita tentang tes BTPN ini, soalnya baru tahap pertama udah gagal, tesnya itu psikotes, ada tes pauli-nya juga dan dari 150-an orang yang tes, cuma diambil 30 orang, itupun masih harus ikut tes – tes berikutnya.

Bank Syariah Mandiri Cilacap. Jujur, waktu itu emang iseng jemput bola, aku sengaja nyebar CV kesana kemari, termasuk salah satunya yaitu bank syariah mandiri ini. Siang bolong ditelpon disuruh ikut interview, sampe di sana, ternyata yang interview bukan Cuma 1 orang, tapi 4 orang secara bergantian, setelah itu masih ada Posisi yang ditawarkan adalah “Account Officer” job desc-nya?? Mencari nasabah sebanyak mungkin dengan jumlah tabungan nasabah sebagai targetnya. Orang-orang ini mnyebut angka 50 juta sebulan, itu target paling kecil, ada juga 100 juta, 200 juta, dan kepala ini seketika puyeng ngebayanginnya. Mereka bilang “kamu bisa coba ikutan arisan, pengajian atau pertemuan apalah untuk menawarkan mereka buat bikin account dan menabung di bank ini” wew, ini semacam MLM?? mengingat fakta historis bahwa aku dan MLM tidak dapat bersatu, aku memutuskan mundur dari pekerjaan ini. Tiap pekerjaan, apapun pasti selalu ada target, tapi kalo ada hubungannya sama “mencari nasabah”, “mencari konsumen”, apalagi “mencari member” sepertinya bukan bidangku. Batinku langsung menolak. Aha!! Jadilah saya jobseeker yang sombong…

Bank terakhir adalah Bank Mandiri. Aku coba-coba ikutan ODP-nya. Tahap pertama adalah interview, and of course, in English. Berbekal bahasa inggris pas-pasan aku beraniin ikut tes ini. Dateng ke tempat interview pagi jam 8 tapi saking banyak yang ngantri interview, aku baru di-interview jam 4 sore, can you imagine?? Lunturlah semua make-up—kan denger-denger kalo tes di bank, penampilan jadi faktor penting, apalagi interview—tapi ternyata nggak Cuma make up yang luntur tapi juga mood-qu dan parahnya lagi kosakata bahasa inggris yang selama ini kukumpulin di otak, entah menguap kemana waktu interview, yang ada cuma gelagapan dan mengulang kalimat yang sama sampai 3 kali. Sang interviewer pun hanya mengernyitkan alis selama mendengarkan jawabanku, mungkin dia mikir, aku ini ngomong pake bahasa inggris atau etiopia??hasilnya?? bisa ditebak. Gagal.

Nah, Kadang orang suka bilang, bahwa dunia ini sungguh kejam, tapi buat orang-orang yang udah pernah ikutan tes recruitment salah satu bank terkemuka di Indonesia ini—nggak sebut merk—this bank could be more evil than anything. Mereka sangat amat terlalu mengutamakan penampilan. Bukan hanya untuk posisi frontliner seperti teller atau customer service, tapi juga untuk yang di back office, semua harus memenuhi standar penampilan yang tinggi. Nggak heran banyak yang bikin pelesetan kalo tes recruitment bank ini adalah “tes kegantengan dan kecantikan”. Dimana hanya orang yang ganteng dan cantik lah yang bisa lolos jadi pegawai. Aku sendiri nggak pernah ikutan tesnya, tapi penasaran juga, sebenarnya gimana cara mereka melakukan penilaian??itu kan relative sekali, tanya-tanya temen yang udah pernah ikutan (dan lolos), dia bilang kalo waktu tes tahap 1 kita hanya perlu datang ke lokasi tes, tentunya dengan penampilan maksimal, buat nyerahin berkas lamaran. Nah di sini ini letak tes kegantengan dan kecantikannya, setelah semua berkas terkumpul, barulah mereka mengumumkan siapa yang berhak mengikuti tes tahap selanjutnya. Nah kalo kamu para cowok yang pengen ngeliat cewek-cewek cakep, pake baju rapi jali, high heels dan dandan abiz, datanglah ke tes tahap 1 bank ini. Dijamin nggak pengen pulang. Hah!

Call me “JOBSEEKER” please, Not “PENGANGGURAN”

Yah…10 bulan sudah status berganti dari mahasiswa jadi jobseeker, banyak banget pengalaman yang aku dapet di sini. dari mulai buta sama tes-tes psikotes sampe hapal tipe-tipe tes psikotes (nb : walopun sekedar hapal pun nggak ngaruh sama lolos tes apa nggak). Ada orang-orang yang seperti diberi “gift” sama Tuhan yaitu sekalinya mereka ikutan tes kerja, langsung lolos, langsung kerja di perusahaan besar, langsung dapet gaji lumayan, abiz itu married..(loh eh?!). tapi ya…kalo diitung-itung, itu cuma segelintir orang-orang aja, mayoritas lainnya, juga sama, diberi “gift” oleh Tuhan, tapi dengan cara yang berbeda, dengan cara diberi kesempatan untuk sebanyak-banyaknya berusaha, dikasih pengalaman yang sebanyak mungkin dulu, barulah bisa dapet yang kita inginkan..(ini semi sok bijak, semi menghibur diri juga.. T-T).

Voila!! “The Naked Jobseeker”. Judul blog ini emang terinspirasi oleh sebuah buku—yang pada awalnya juga dari sebuah blog—The Naked Traveller. Yup, kisah seorang cewek Indonesia bernama Trinity yang menulis kisah perjalanannya sebagai seorang traveler yang hanya bermodalkan backpacker dan duit seadanya tapi bisa keliling dunia! Nah, blog iseng ini juga aku buat memang sekedar untuk menjadi sebuah catatan saja. Beberapa pengalaman pribadi sebagai jobseeker—dan sampai saat ini masih setia menjadi jobseeker—yang sungguh banyak sekali yang aku bisa dapat dari pengalaman ini, semacam bertemu dengan orang-orang baru dengan bermacam karakter, mengenal perusahaan-perusahaan dengan system recruitmen yang berbeda-beda. What an experiences!! And thank God for it.

Anyway….Tapi sungguh aku amat sangat berharap kalo content blog ini jangan sampai terlalu banyak, yang artinya semoga aku segera dapat pekerjaan yang aku pengen dan akhirnya berhenti dari jobseeker. Amin.. Oh iya, untuk para jobseeker di luaran sana, ada satu kutipan menarik yang aku baca dari sebuah novel judulnya “Negeri Lima Menara”, pengarangnya adalah A.Fuadi, seorang jurnalis. Kutipan menariknya adalah

“bahwa sebenarnya, kita hanya harus belajar lebih keras sediikiiiiit saja untuk menjadi seorang juara. dia menganalogikan seperti perlombaan berenang, bahwa jarak antara juara pertama dan kedua selisihnya hanya seruas jari aja, juga pada perlombaan pelari, juara 1 dan 2 hanya selisih nol koma sekian detik. Tipis sekali!! Jadi untuk menjadi seorang juara, kita hanya harus belajar sediikitt lebih baik dari pada yang lainnya dan sediikiit lebih banyak dari pada yang lainnya.”


Analogi yang keren menurutku. Bisa jadi penyemangat bukan Cuma buat para jobseeker, tapi juga manusia pada umumnya. Karena dalam hidup, selalu ada persaingan, seleksi alam selalu berlaku, dan cuma yang mampu untuk survive yang bisa menang.

Oh iy, tak lupa saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya buat Indah dan keluarga yang udah membiarkan saya merepotkan kalian selama di Jogja, juga mbak dyah yang belakangan sering jadi tempat singgah juga di Jogja, Yuyun, makasi banget buat infonya dan pastinya jadi temen sekamar dan teman makan daun yang menyenangkan (*PLN) juga buat aldino....makasi udah mau direpotin di jogja :) dan semua orang yang berpartisipasi secara langsung maupun nggak langsung dari perjalanan jobseeker ini….THX for everything…(*berkaca-kaca)…eh ini kok berasa lagi nrima award ya??ih..dan satu lagi, cerita-cerita di blog ini emang based on true story tapi ya namanya juga saya….agak didramatisasi dikiiiittt, jadi buat nama-nama yang sengaja atau nggak sengaja kesebut di blog ini…sori…sori…sori..sob! hehe..piss….

Well buat kamu yang sudi menyempatkan diri buat baca blog ini…happy reading!! ^_^