BahWa untUK meNJAdi SEOrang juARA, kiTA HanYA HaRUs BERusaha sediiIIIKKIIItt leBIh bAIK dARi orANG laIN.....HAPPy reAdinG JOBseeKER!! :)

Rabu, 23 Februari 2011

Kenapa Artis Sinetron Cepet Kaya??

Entah kenapa, aku semacam tergelitik untuk menulis tentang hal ini. mungkin kalian akan berfikir, apa hubungannya sinetron sama pekerjaan? Ya pasti ada. Pemain sinetron adalah salah satu jenis pekerjaan, begitu juga sutradara, penulis scenario, sampai kru yang kerjaannnya cuma gulung-gulung kabel kamera pun juga suatu pekerjaan. Sebenarnya, awal pemikiran dari tulisan ini adalah ketika suatu hari aku nonton infotaiment dan bener-bener tercengang dengan berita tentang artis kecil yang bahkan aku nggak tau kalo dia itu adalah seorang artis, tapi dia udah bisa beli rumah gede banget tingkat empat di bilangan jakarta hanya dari penghasilan dia main sinetron kurang dari satu tahun!!! JEGER..JEGER!!!!

Ini luar biasa. bahkan seorang pekerja dari perusahaan besar pun mungkin harus menabung bertahun-tahun untuk membeli rumah sebesar itu. Jadi inget kisah tentang seorang manohara. Seorang cewek blasteran bule yang nggak fasih ngomong bahasa Indonesia dan acting-nya jelek banget, dalam waktu cuma beberapa bulan aja dia udah bisa beli mobil mewah dan rumah di atas mall. Yup!! Rumah manohara itu di atas mall sodara-sodara!! dan rumahnya itu gede gila!

Jadi sebenernya berapa sih bayaran seorang artis?? Pernah baca artikel jaman dulu, waktu aku masih SD, ya mungkin tahun 90-an gitu, ada seorang diva, sebut saja krisdayanti (LOH?!), lagunya lagi laku banget dan laris manis di pasaran, dia lalu nyoba buat main sinetron juga. Waktu itu sinetron ramadhan (masih inget kan?). mau tahu berapa dia dibayar per episode-nya? 30-an juta. Padahal sinetron itu tayang tiap hari, mungkin total episode-nya adalah 40 episode. Ok, mari berhitung. 30 juta x 40 episode itu berarti Rp.1.200.000.000 !!! *pingsan* 1,2 miliyar di tahun 90-an akhir itu kira-kira bisa beli apaan aja ya??

Tapi itu belom seberapa sodara-sodara!! Balik lagi ke manohara. Nggak heran dia bisa beli ini itu seenak udel, karena bayarannya dia di sinetron “manohara” per episode-nya itu lebih besar dari pada bayaran-nya si diva waktu main sinetron. Kalo mau ngira-ngira, mungkin sekitar 50 jutaan kali ya? Dan sinetron “manohara” itu tayang kurang lebih 60 episode. Ok, kalian silahkan berhitung sendiri berapa total penghasilannya dia main sinetron perdananya itu. Nggak heran, kelar main sinetron dia bisa mandi duit, padahal acting-nya aja bener-bener di bawah pas-pasan.

Pemain-pemain sinetron ini mungkin bisa berkilah dengan bilang, mereka kan capek syuting tiap hari, harus ngapalin skenaario, dll. Tapi sebenernya ada yang jauh lebih capek dari pada mereka, tapi bayarannya bener-bener nggak setimpal sama apa yang udah mereka kerjain. Yup! The crew!!

Kru yang kerja di belakang layar itu udah pasti jauh lebih capek karena mereka harus udah prepare sebelum si artis dateng, dan pulang belakangan. Gara-gara barusan ngebacain timeline di twitter milik seorang penulis scenario sinetron yang cerita tentang suka duka pekerjaannya itu, aku jadi pengen ngebahas tentang ini juga.

Dia adalah alex, penulis scenario sinetron “manohara”. Oiya, penulis scenario sinetron itu nggak cuma 1 orang ya, tapi 1 tim, bisa jadi 4 orang atau lebih. Dia cerita kalo sinetron manohara ini bener-bener proyek berat buat mereka. Penulis scenario dipaksa untuk membuat cerita yang bagus dengan berkejaran dengan waktu dan suatu waktu cerita bisa dirombak total demi mendongkrak rating sinetron. Revisi berkali-kali mungkin udah jadi makanan sehari-hari. mereka sampai nggak tidur, nggak mandi, nggak makan, pokoknya bener-bener kerja keras buat ngerampungin scenario. Nggak heran kalo sinetron Indonesia ceritanya aneh bin ajaib. Lah, menulis cerita itu butuh kreatifitas. Nggak bisa sambil kejar-kejaran sama waktu kayak gitu, udah gitu alur ceritanya harus mengikuti rating penonton. Jujur, denger curhatan si penulis scenario ini, aku jadi salut sama pekerjaan mereka. Mungkin kita sebagai penonton bisa dengan santai ganti chanel tv kalo nggak suka sama ceritanya dan bisa caci maki seenaknya , tapi buat mereka yang mati-matian bikin scenario sinetron, mau nggak mau harus tetep kerja rodi, berusaha setengah mati biar rating penonton naik. Tapi apakah bayaran mereka setimpal? Jelas nggak! Kalo dibanding sama penghasilan si artis sih, penghasilan penulis scenario mungkin kayak recehan doang.

Tapi emang begitulah hidup. Ada yang gampang banget dapet duit sampai bingung mau dibuang kemana tu duit, ada yang mati-matian kerja dengan hasil yang nggak seberapa. Satu-satunya cara emang bersyukur. Tapi bersyukur aja mungkin nggak cukup, untuk kasus dunia sinetron tadi, mungkin harus bener-bener ada yang dibenahi, kalo nggak mau dunia hiburan kita jadi makin terpuruk karena manajemen yang buruk kayak gitu. Semoga suatu hari nanti akan ada masa dimana kerja keras berbanding lurus dengan penghasilan yang didapatkan. Amin.

SOCIALITA


Apa itu socialita? Sekarang banyak banget orang-orang yang muncul di Koran atau TV dengan sebutan socialita. Bingung dengan istilah ini, iseng aku search di Wikipedia, dan beginilah kira-kira definisi sosialita atau bahasa inggrisnya socialite. Sosialita adalah seseorang yang berpartisipasi dalam aktifitas-aktifitas sosial dan menghabiskan banyak waktu untuk event-event fashion kelas atas.Para sosialita ini biasanya suka terlibat dalam acara-acara amal.

Dari definisi ini aku menyimpulkan bahwa sosialita ini adalah orang-orang dari kalangan atas yang sangat peduli dengan hal-hal semacam fashion dan gaya hidup, lalu kegiatan-kegiatan sosial yang mereka lakukan ini sepertinya karena tuntutan tanggung jawab sosial aja di masyarakat. Ya, sebagai orang yang punya duit banyak, udah sewajarnya kan mereka memberikan bantuan buat mereka yang kurang mampu.

Pertanyaannya adalah, sebenernya para sosialita ini dapet duit dari mana??? Nah, itu bisa macem-macem. Ada yang emang punya bisnis sendiri, karyawan perusahaan besar yang sukses, artis, dan nggak ketinggalan istri-istri dari para pengusaha dan karyawan sukses itu. Sosialita ini emang lebih melekat ke sosok perempuan, mungkin karena perempuanlah yang biasanya cenderung lebih memperhatikan fashion dan lebih sering terlibat acara-acara amal atau kumpul-kumpul kayak arisan gitu.

Para sosialita ini seperti dituntut untuk punya gaya hidup high class. Rumah yang bagus, mobil yang mewah, baju, tas, sepatu yang semuanya bermerk mahal. Aku suka geleng-geleng sendiri kalo nonton acara-acara di chanel MNC life style. Di situ isinya adalah kegiatan-kegiatan para socialita. Ada satu acara, judulnya collection yang ngebahas koleksi-koleksi para socialita ini, dari mulai baju, tas, sepatu, dompet, parfum atau apalah yang bisa dijadiin koleksi. Dan harga dari barang-barang mereka ini bukan main-main. Puluhan juta ke atas. Ada salah satu socialita yang lagi dibahas koleksi tas-nya, terus si reporternya nanya, “kira-kira paling mahal beli tas harga berapa?” dan si socialita dengan santai jawab “paling mahal tas Rp. 70 juta”

>”< !!!!!!!!!!!!!!!!

70 juta itu mobil second yang lumayan aja udah bisa dapet lho!! Dan si socialita ini menghabiskan 70 juta-nya hanya untuk barang kecil seperti sebuah tas????!! Aku curiga jangan-jangan mereka ini berak duit.

Sebenernya nggak ada yang salah dengan socialita. Duit juga duit mereka kok. Tapi ada yang salah sama negri ini. pernah inget suatu kali SBY bilang kalo CSR (corporate social responsibility) atau tanggung jawab sosial di Indonesia ini masih kurang. Indonesia ini punya banyak banget stok orang kaya, yang punya penghasilan luar biasa. tapi kenapa masih banyak mereka yang kurang mampu? Karena CSR kita yang minus! Coba kalo semua orang kaya itu 2,5 persen-nyaa aja dari penghasilannya mau dibagi ke mereka yang kurang mampu. sukur-sukur lebih dari itu, pasti Indonesia jadi lebih baik. Jadi buat orang-orang kaya yang udah hidup enak dan masih terus menerus nyalahin pemerintah karena kemiskinan di Indonesia, kalian sendiri udah bantu belom???

Kamis, 17 Februari 2011

Sambil Menyelam, Minum Air….Sambil Nyari Kerja??? Pacaran ajaaa………

Voila!! Uhuk, berhubung ini (katanya) masih bulan kasih sayang, aku pengen ngebahas satu fenomena penting. Penting?? Ya setidaknya penting untuk mereka yang ngejalanin. Jadi begini, nyari kerja itu emang bisa bikin stress, dari mulai nyari kerjanya, terus tes-tesnya, tapi kegiatan-kegiatan ini bisa jadi menyenangkan kalau saja dilakukan bersama….pacar. nah itu juga kalau kamu punya pacar dan pacar kamu memungkinkan buat diajak nayri kerja bareng!

Contohnya nih kayak waktu aku dateng ke suatu jobfair (sendirian..-___-“), aku ngerasain banget betapa ribetnya kalo kita masuk ke jobfair sendirian. Apalagi kalo itu jobfair yang dibuat gede-gedean sama suatu universitas terkenal ditambah perusahaan-perusahaan yang ikut adalah perusahaan-perusahaan besar semacam BUMN dan perusahaan-perusahaan minyak asing dan apalagi masuk ke jobfair-nya GRATIS!! Terbayang dong betapa rame nan berjubel-nya jobfair itu!! Namun ironisnya, di saat yang sama kamu harus tampil rapih dan menawan sekaligus tak lupa membawa tas berisi pernak-pernik serta setumpuk CV dan berlembar-lembar brosur perusahaan di tanganmu! Ini jelas tidak mudah kawan-kawan! Eh tapi coba bayangkan kalo kamu membawa serta pacar! Aha! Dia pasti akan serela-relanya membawakan pernak-pernik kita sehingga kita bisa leluasa berlenggak-lenggok dari satu stand ke stand perusahaan lain tanpa ribet! Nah, pemandangan seperti ini jelas-jelas nyata berseliweran di dalam jobfair dan jelas-jelas membuat aku yang datang sendirian selalu menatap mereka dengan penuh dengki dan iri. Ups.. hahaha…I’m just kidding!!!ok, not funny.

Jadi siapa pihak yang diuntungkan dari fenomena ini? sudah pasti cewek dong. Makanya hati-hati buat para cowok yang diajak nemenin ke jobfair sama ceweknya, pasti nanti bakal disuruh bawain ini itu, iya kalo si cowok emang nggak mau ikutan cari kerja, lah gimana kalo ternyata cowoknya juga mau cari kerja di jobfair itu? Ini lebih menarik lagi.

Jadi dua orang cowok cewek sama-sama bawa setumpuk CV di tangannya, terus mereka bersama-sama hinggap dari satu stand ke stand yang lain, nggak jarang mereka melakukan kerja sama kayak misalnya, yang cewek ngantri di stand A terus si cowok ngantri di stand B, biar nanti kalo si cewek udah kelar dia bisa langsung ke stand B tanpa perlu ngantri panjang (karna udah diantriin sama si cowok) atau si cewek ambil formulir di stand C dan si cowok ambil formulir di stand D buat mereka berdua. Benar-benar menghemat waktu! Belom lagi nanti kalo salah satu dari mereka keliatan capek. Sumpah ini bener-bener aku saksikan dengan mata kepala sendiri, jadi ada sepasang cowok cewek gitu, mungkin muka si cowok keliatan capek atau gimana gitu terus si cewek di tengah kerumunan orang-orang di jobfair masih sempet-sempetnya nempelin tangan ke dahi si cowok dan bilang “hh..untung kamu nggak pingsan..” ooooowwww…..dan penonton pun ber sorak.. “cooo cwiiitttt……!!!” hahaha… XD

Dan fenomena ini jelas nggak cuma ada di jobfair aja, tapi juga ada di tes-tes kerja. Banyak kan mereka yang pacaran, terus ngelamar di perusahaan yang sama dan akhrnya dipanggil buat tes di perusahaan yang sama dengan jadwal dan tempat tes yang sama. nah sepasang pencari kerja ini udah pasti bakal berangkat bareng, masuk lokasi tes bareng, nungguin tes mulai bareng, duduk sebelahan pas tes, nungguin pengumuman bareng dan Sukur-sukur lolos bareng!

Tapi para pasangan ini biasanya emang suka asik sendiri, pernah nih aku lihat ada sepasang gitu yang ikut tes, kebetulan emang temen sendiri. Lucu aja lihat mereka berdua, sambil nunggu tes dimulai, mereka duduk berdua di pojokan sambil meraut pensil. Hoho…abis meraut pensil mereka masing-masing bawa komik dan asik sendiri ngebacain komik, walaupun proses absen peserta tes udah dimulai. Begitu tes selesai dan waktunya nunggu pengumuman, mereka balik lagi ke posisi semula, duduk di pojokan sambil asik bacain komik, sedangkan yang lain gelisah menunggu pengumuman hasil tes. Begitu pengumuman dipajang, orang-orang langsung pada heboh ngerubungin pengumuman itu, eh tapi mereka nggak bergerak sama sekali lho! Masih asik aja gitu bacain komik! Hehehe…

BTW, gimana kalo kasusnya ternyata pasangan-pasangan ini memperebutkan posisi yang sama? dan yang diambil cuma 1 orang? Bisa jadi saingan kan?? Bahkan kalo mereka lolos bareng pun bisa jadi masalah juga, karena banyak perusahaan yang nggak memperbolehkan suami istri kerja dalam satu perusahaan yang sama, walaupun si suami di divisi atau daerah penempatan yang beda sama si istri, jadi mau nggak mau harus ada salah satu pihak yang mengalah.

Tapi……bagaimana pun proses mencari kerja sekalian pacaran ini paling tidak bisa membuat proses nyari kerja jadi lebih fun (atau malah nggak?!).

Ok, nggak usah pacar deh, nyari kerja bareng temen-temen juga bisa jadi sangat menyenangkan lho! Sering malah jadi ajang reuni, karena setelah lulus pasti temen-temen kuliah udah pada berpencar entah kemana, nah ajang kayak jobfair dan tes-tes kerja inilah yang biasanya mempertemukan kita lagi.

Sooo…….dengan siapa pun partner kamu mencari kerja, just make it fun!!

JOBFAIR

Banyak yang bilang, kalau belakangan antusiasme para pencari kerja buat dateng ke jobfair menurun. Kata siapa?? Buktinya sekarang masih banyak para pencari kerja yang rela pergi jauh-jauh ke luar kota cuma buat dateng ke jobfair. Kayak misalnya, banyak temen-temen aku yang dari jogja atau semarang, jauh-jauh ke bandung dan Jakarta cuma buat dateng ke jobfair, padahal di jogja atau semarang sendiri pun udah ada jobfair. Kenapa mereka harus jauh-jauh ke Jakarta atau bandung? Alasannya, mereka sebenernya juga udah dateng ke jobfair di kota mereka dan juga udah ngelamar ke banyak perusahaan di jobfair itu, mereka cuma penasaran aja, karena mereka pikir pasti perusahaan-perusahaan yang ada di jobfair Jakarta atau bandung lebih bagus, atau di jobfair yang udah mereka datengin, mereka nggak lolos administrasi atau gagal di tes tahap tertentu sehingga mereka penasaran dan coba ngelamar lagi ke perusahaan yang sama dari jobfair yang berbeda. Banyak lho yang malah kayak tour de jobfair, jadi mereka dateng dari jobfair satu ke jobfair yang lain padahal letaknya di kota yang berjauhan. Buat orang-orang kayak gini…aku salut banget! Ini baru namanya perjuangan..hehe

Sebenarnya antusiasme para pencari kerja buat dateng ke suatu jobfair ini tergantung juga dengan siapa pihak yang mengadakan jobfair. Seumur-umur, aku cuma datang ke 2 jobfair. Jobfair pertama adalah jobfair yang nggak populer, dan jobfair kedua adalah jobfair yang populer banget. Dan perbedaan kedua jobfair ini emang 180 derajat! Di jobfair yang pertama aku datengin itu sepi banget. Padahal aku dateng nggak terlalu siang. Jobfair ini yang ngadain adalah salah satu web pencari kerja yang menurutku sebenernya cukup popular, tapi karena perusahaan – perusahaan yang gabung ke jobfair ini nggak popular ditambah untuk masuk ke area jobfair, kita harus bayar Rp.20.000, akhirnya banyak pencari kerja yang males masuk ke jobfair ini. Dan iya, aku memang cukup bodoh untuk mau masuk ke jobfair ini. Sebenernya waktu itu niatku dateng ke jobfair ini adalah mumpung, mumpung ada tes kerja di kota itu akhirnya aku sekalian aja dateng ke jobfair.

Masuk ke jobfair yang pertama tadi, aku langsung menyusuri stand demi stand yang ada. Karena minimnya pengunjung, akhinya perusahaan-perusahaan ini jadi kayak jualan aja. Ada satu atau dua orang perwakilan perusahaan di setiap stand, berdiri sambil nawar-nawaring brosur. Nggak Cuma itu mereka sampe bilang :

“silahkan mbak? Mau coba ngelamar? Mbak-nya jurusan apa? Di sini ada banyak lowongan, coba aja masukin lamarannya mbak, siapa tau masuk kualifikasi, ayo mbak..”

Blah! Udah kayak nawarin baju di tanah abang aja… “dicoba kakak…..”

Capek bolak-balik stand, aku cuma masukin sekitar 3 lamaran aja dan akhirnya memutuskan untuk duduk aja di suatu spot di area jobseeker itu. Nggak lama ada salah satu bapak-bapak dari salah satu stand perusahaan nyamperin.

“mbak-nya dari jurusan apa tadi?”

“teknik industry”

“teknik industry itu biasanya di bagian apa ya mbak?”

“mm..PPIC?”

“Oh!! Kalo PPIC ada mbak lowongannya, sebentar ya..”

Loh, padahal tadi aku udah ke stand perusahaan itu dan mereka bilang nggak ada lowongan buat jurusan teknik industry. Si bapak tersebut langsung balik ke stand-nya dan mengambil beberapa lembar kertas semacam brosur dan formulir.

“nah mbak, ini ada lowongannya. Mau dicoba masukin lamaran nggak?”

Aku liat lowongannya bentar. Begitu baca lokasinya “bekasi” duh. Aku langsung males sebenernya. Kenapa kalo jurusan teknik itu kerjanya nggak jauh-jauh dari bekasi, tanggerang, kerawang, cibitung…hhh….masalahnya itu pasti lokasinya di areal pabrik dan aku nggak terlalu suka areal pabrik-pabrik gitu. Lah suruh siapa ambil jurusan teknik industry??!! -____-“

Karena nggak enak hati sama si bapak tadi akhirnya aku masukin aja lamaran. Dia ngasih kartu nama dan bilang, “temen-temennya mbak diajakin ya, masih butuh banyak ini”. Butuh banyak dari hongkong! Sampe sekarang aja aku belom dipanggil-panggil sama perusahaan itu.

Nah, kalo jobfair yang kedua emang beda. Ini yang ngadain salah satu universitas terkenal ditambah lagi perusahaan-perusahaan yang ada juga bagus-bagus ditambah lagi masuknya gratis. Jobfairnya 2 hari, aku dateng di hari pertama dan ramenya bukan main!! Bener-bener lautan manusia. Belum lagi untuk perusahaan-perusahaan tertentu semacam Pertamina, Sclumberger, Baker Hughes dan perusahaan-perusahaan minyak lain, antriannya panjang banget. Padahal orang-orang ini cuma masukin lamaran dan nulis di buku pengunjung, tapi antriannya bisa sampe pintu keluar gedung! Dan mereka rela dateng pagi-pagi sebelum pintu jobfair dibuka biar antriannya nggak terlalu panjang.

Oiya tips buat dateng ke jobfair

  1. Pake baju rapih tapi harus senyaman mungkin. Harus rapih karena bisa aja tes diadakan saat itu juga, atau ada beberapa perusahaan (terutama bank) yang menilai lolos tidaknya kita pada tahap administrasi, tergantung dari penampilan kita saat menyerahkan CV. untuk perusahaan semacam ini, usahakan kita liat ngaca dulu sebelum masuk stand, karena dengan kondisi jobfair yang mengharuskan kita untuk berdesak-desakan, udah pasti bakal membuat penampilan kita kucel. Dan ngaca sebelum masuk stand itu sangat membantu.
  2. Pake sepatu yang nyaman. Nah ini pasti jadi dilemma berat buat cewek. Rata-rata cewek pasti pake high-heels untuk penampilan, jadi usahakan cari high-heels senyaman mungkin! (emang ada?!)
  3. Usahakan udah tau sebelumnya perusahaan apa aja yang mau dilamar dan syarat-syarat lamaran udah bener-bener disiapin dan dipisah-pisahin biar nanti di sana nggak pusing. Pastikan kita juga tahu letak stand perusahaan yang dituju, setidaknya kita harus tahu, stand mereka ada di lantai 1 atau 2. Kalau perlu buat catatan di buku kecil, daftar perusahaan yang mau dilamar dan setelah kita masukin lamaran, kita conteng di catatan itu.
  4. Bawa pulpen yang nggak ada tutupnya biar nggak ribet, dan kalau bisa bawa alas tulis yang dari papan itu. Menurutku ini berguna banget, karena biasanya selain kita masukin lamaran, untuk beberapa perusahaan kita harus mengisi formulir yang disediakan terlebih dahulu atau harus ngantri buat ngisi biodata di buku pengunjung mereka. Banyak yang akhirnya pada nyari meja atau duduk lesehan di sembarang tempat buat ngisi formulir dengan alas lantai. Itu nggak praktis menurutku, jadi biasanya aku ambil formulir dari suatu stand perusahaan, terus sambil ngantri di perusahaan lain, aku ngisi formulir tadi pake alas papan sambil berdiri! Nah ini namanya sekali mendayung, 2 atau 3 perusahaan terlampaui! Hehe
  5. Bawa minum sama tisyu! Karena di sana pasti berdesakan dan panas banget.
  6. Setiap kamu masukin lamaran, pastikan juga kira-kira kapan tes-nya akan diadakan. Nggak jarang tesnya hari itu juga, jadi siap-siap aja. Buat yang dari luar kota, ada baiknya abis selesai jobfair jangan pulang dulu, karena sering panggilan tes itu nggak lama dari jobfair diadakan. Dari pada nanti bolak-balik.
  7. Setiap kita ngelongok ke stand pasti deh ada aja yang nyodorin semacam brosur berlembar-lembar dan akhirnya cuma menuh-menuhin tas kita aja. Makanya jangan ragu buat menolak brosur kalo kamu emang nggak terlalu berminat. Di dinding stand mereka pasti udah ditempel lowongan apa aja yang tersedia, jadi baca di situ aja, nggak perlu ambil brosurnya.

Oiya! Buat yang nggak mau rugi, biasanya di jobfair, perusahaan-perusahaan ini selalu kasih marchindise2 menarik lho. Ada yang sengaja naro permen atau coklat di stand mereka, dan buat siapa aja boleh ngambil secara cuma-cuma kalo lewat stand itu. Ada yang marchindise-nya nggak tanggung-tanggung, dari mulai kipas, pulpen, kalender sampai satu tas gede semacam goodie bag yang isinya macem-macem gitu dan mereka bagiin cuma-cuma! Nggak Cuma buat mereka yang naro lamaran kesitu aja, tapi mereka yang lagi duduk-duduk deket stand dan Cuma numpang ngadem aja juga bisa dikasih. Tapi emang jumlahnya terbatas sih, dan mereka ngasihnya di jam-jam tertentu. Jadi kalo kamu emang niat pengen dapetin marchindise mereka, ya tongkrongin aja stand-nya.hehe