Jenuh berjuang di perusahaan BESAR macam BUMN dan perusahaan swasta BESAR yang punya proses recruitment ribet dan panjang (*tapi tak sepanjang coki-coki) akhirnya aku mencoba, ya! Aku mencoba untuk berjuang di perusahaan2 swasta kecil. Apa itu perusahaan swasta kecil?? Yah semacam perusahaan swasta yang nggak terlalu banyak karyawannya, dengan proses recruitmen nggak ribet, dan gaji yang harus pintar-pintar disyukuri, eh tapi yang penting itu dapet PENGALAMAN!! Aha! Mengingat aku adalah jobseeker aseli (*tanpa pengalaman maksudnya) jadi sepertinya, iya sepertinya ini akan jadi kerikil loncatan. Iya dari kerikil melompat ke batu kecil, lalu batu sedang, barulah batu besar kemudian terlempar ke tembok (*menggenaskan ya sodara-sodara)
Oke. Perburuanku dimulai dari suatu perusahaan percetakan. apa aja yang dicetak? Bukan Koran, majalah dan sejenisnya tentunya. Yang dicetak itu contohnya adalah kemasan produk. Banyak produsen yang cuma memproduksi produknya aja, sedangkan kemasan produksnya, mereka subkontrak ke perusahaan-perusahaan percetakan semacam ini. Nah ceritanya aku melamar di posisi PPIC (Production Planning and Inventory Control) yang memang adalah “teknik industry” sekali. Sesuai sama jurusanku.
Tes tahap pertama adalah interview. Oh iya, enaknya di perusahaan swasta gini, kalo ada tes interview, kita bisa tawar-menawar jadwal. Misalnya nggak bisa senin besok, kita bisa minta senin besoknya lagi, asal si perusahaan nggak mendesak gitu butuhnya. Tapi kalo kamu nglamar di perusahaan besar ya jangan harap bisa minta ganti jadwal, paling juga kamu bakalan disemprot “SIAPE ELU??!”
Pas interview, kebetulan aku dianter sama rombongan, jadi ceritanya emang mereka ada perlu sendiri abis aku interview. Isi rombongannya aku, kakakku, kakak iparku + sopir kantornya kakak ipar. Letak perusahaannya adalah di suatu kawasan industry, namanya juga kawasan industry, ya pasti dimana-mana pasti ada pabrik-pabrik beraneka rupa, truk-truk besar dan sebagainya. Lalu dimanakah perusahaan yang dituju ini?? kita sampe muter-muter nggak jelas kesana kemari, karena papan penunjuk blok sekian-sekian emang nggak jelas.
Sempet kita ngelewatin bangunan belom jadi yang kayaknya arah-arahnya sama kayak alamat perusahaan ini, terus dengan tega pak sopir bilang “jangan-jangan ini mbak perusahaannya..mereka ngrekrut karyawan dulu, biar ntar kalo udah jadi bangunannya, mbak bisa langsung kerja” kata pak sopir kalem sambil nunjuk-nunjuk bangunan yang belom jadi. Aku Cuma diem…menahan tangis dan air mata. Ini tidak mungkin!! Ya tuhan…ini nggak bener kan..pak sopir becanda aja kan???
Akhirnya…sampai juga kita di depan suatu bangunan pabrik. Masih baru gitu, soalnya masih bau-bau cat. Dari alamatnya sih pas. Dan waktu ditanya sama satpam emang ini perusahaannya. Dari gerbong “selamat datang ke kawasan industry” sampai pabrik sini lumayan jauh ih. Tapi tak apalah.
Begitu masuk ke lobi, ternyata masih harus nunggu, karena interviewernya lagi meeting. Pas udah kelar meeting langsung aku mulai interviewnya. Interviewernya masih muda. Pasti baru juga di situ (*sok tau, nggak berani nanya juga). Kebanyakan dia tanya soal pengalaman magangku, laporan magang sampai skripsinya tentang apa. Aku bilang waktu bikin laporan magang, aku bikin perbaikan kualitas produk pake SIX SIGMA. Sempet dia nyodorin kertas, tanya apa itu metode SIX SIGMA, berharap aku bakal nerangin secara gamblang lewat corat-coret di kertas itu. Aih matek! Aku udah lupa..itu kan udah berabad-abad yang lalu aku pelajari..(*ini lebay. Jelas-jelas aku baru lulus 2009, bukan berabad yang lalu, memangnya aku satu angkatan sama homo sapiens?) akhirnya dengan ingatan seadanya aku jelasin juga apa itu SIX SIGMA. Ah toh ya dia pun juga sepertinya nggak ngerti juga ya. Kalo aku boongin juga nggak ketauan kan. mudah-mudahan sih.
Interview berakhir. Katanya bakal ada tes psikotes selanjutnya, tapi tunggu peserta yang lain juga. Tapi sampai sekarang belom ada panggilan tuh. Mungkin emang nggak lolos ya.
Perusahaan swasta kedua adalah….mmm..salah satu apotek yang biasanya ada di mall-mall. Iya aku ngelamar sebagai OS (Operation Supervisor). Tugasnya adalah membawahi satu outlet apotek. Jadi keluar masuknya obat, training karyawan, stok produk, semua OS yang bertanggung jawab. Tesnya dimana coba?? Di Mall!!! Iya tesnya di salah satu outlet apotek mereka di mall. baru kali ini aku tes di Mall. Dan ini adalah tes psikotes. Aku nggak bisa bayangin, gimana rasanya tes psikotes di Mall?? Tes-nya jam 10. Aku dateng ke outlet apotek di mall itu jam 10 kurang beberapa menit dan coba tebak…. Apoteknya belom buka!! Baru buka sedikiiiit gitu. Aku liat ada mbak-mbak di dalem lagi sibuk nyiapin apoteknya mau dibuka.
“mbak, di sini ada tes psikotes?” aku nanya ke mbak-mbak itu.
“iya ada nanti ya mbak jam 10, tunggu apoteknya buka dulu.”
Setelah nunggu sebentar, akhirnya mulai juga tes psikotes. Pesertanya Cuma 2 orang. Ini emang tesnya jadwal tiap orang beda-beda gitu. Tesnya kebanyakan adalah tes kepribadian. Semacam pertanyaan A : “saya adalah orang yang senang dengan tantangan”, B : “saya senang bergaul dengan siapa saja” dan kamu harus memilih satu diantara dua. Iya itu tes yang sering ada di psikotes. Nanti pertanyaannya berulang, jadi jawabannya juga harus konsisten. Untung tesnya bukan yang kubus dibolak-balik atau pertanyaan psikotes susah yang lain. Kalo iya, pasti aku udah stress berat ngerjainnya. Gimana nggak stress, di depan apoteknya persis itu toko jualan CD, dan sepanjang tes mereka asik muter music kenceng-kenceng!
Setelah tes psikotes, kalo lolos, bakal ada tes interview. Aku pikir tadinya aku nggak lolos, karena nggak dipanggil-panggil. Tapi ternyata ada panggilan, tapi harus interview di Jakarta. Aku minta ganti jadwal karena nggak bisa mendadak kalo harus ke Jakarta, dia udah reschedule lagi, eh ternyata aku nggak bisa juga soalnya hari itu pas ad tes cpns, aku minta reschedule lagi, tapi belum dihubungin lagi sampe sekarang. fiuh..ya sudahlah kalo rejeki nggak kemana kok. (*nah ini kalimat penutup yang menghibur diri namanya). Hohoho.
ide blognya fresh, cuma satu kata keren, four thumbs up.
BalasHapus