Ada percakapan lucu nih antara jobseeker dan interviewer :
Interviewer : “OK, Mas... Sedikit banyak saya sudah mengetahui profil Anda dari interview kita tadi. Satu pertanyaan terakhir dari saya, kalau Perusahaan kami tertarik merekrut Anda di posisi sebagai Brand Executive; posisi itu di level Staff, berapa gaji yang Anda harapkan dan benefit apa saja yang Anda inginkan?”
Jobseeker : “Baik, Pak... terima kasih atas pertanyaannya. Karena saya lulus cumlaude dari kampus terbaik di negeri ini, maka saya mengharapkan gaji Rp 10 juta/bulan, asuransi kesehatan dengan plafon rawat jalan Rp 7 juta/tahun, plafon kamar rawat inap Rp 1 juta/malam, mobil COP (Car Ownership Program) minimal Kijang Innova atau setara dengan itu, dan Bonus setahun minimal 2x gaji.
Interviewer : “OK, bagaimana kalau saya tawari Anda gaji Rp 17 juta sebulan, asuransi rawat jalan dengan plafon unlimited, plafon kamar rawat inap Rp 3 juta/malam, mobil BMW keluaran terbaru seri 325i, tunjangan transport Rp 2,5 juta/bulan, tunjangan makan 2 juta/bulan, hak cuti 24 hari kerja dalam setahun, bonus setahunnya minimal 5x gaji Anda, liburan ke Eropa/Jepang sekali dalam setahun, dan langsung berstatus Karyawan Tetap tanpa masa percobaan?”
Jobseeker : (dengan wajah sumringah) “Benar, Pak??! Ah, Bapak jangan becanda....”
Interviewer : “Lho.... kan Anda duluan yang mulai...”
Haha…joke di atas seakan nyindir para jobseeker yang kemahalan “jual diri”nya. Tapi interview itu emang beneran susah-susah gampang. Apalagi interview psikologi/ HRD. Aku pernah juga ngalamin interview di perusahaan swasta, ditanyain masalah gaji. Waktu aku nyebutin jumlah rupiahnya, dia malah nanya. “emang kebutuhanmu apa aja?” terus dengan menyebalkannya dia merinci dengan detail kira-kira apa aja kebutuhanku kayak makan, kos, ngirimin ortu atau apa lah yang kalo dia total-total sendiri tu nggak nyampe sejumlah gaji yang aku sebutin tadi. Lah emangnya hidup cuma buat itu, kita kan juga butuh nabung.
Biasanya sebelum interview psikologi / HRD kita disuruh ngisi semacam formulir lamaran kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan bejibun soal kepribadian. sebenernya walopun males banget ngisi-ngisi formulir kayak gini, tapi ada baiknya kita ngisi formulir ini sepenuh hati, karena sering pertanyaan-pertanyaan di formulir ini nanti yang bakal ditanyain sama interviewernya. Jadi sebelum kita interview, kita sebisa mungkin udah nyiapin jawaban sebelumnya.
Selama pengalaman interview, ada beberapa pertanyaan yang pasti selalu ditanyain dan males banget aku jawab kayak misalnya :
“jadi dari awal kamu lulus sampai sekarang, apa kegiatan kamu??” ah iya masa musti aku jawab nyapu, nyuci, jaga rumah?? Terus pertanyaan lain kayak :
“menurut kamu, apa kelebihan dan kekurangan kamu?” nah ini pertanyaan abadi sepanjang sejarah interview di dunia. Pasti ada aja.
Aku pernah baca nih dari salah satu thread kaskus dan kayaknya penting banget aku share ke kalian sesame jobseeker J. Dia itu kerja di HRD, jadi dia ngerti banget seputar interview. ok, aku ringkas aja ya point-point tips interview yang dia kasih.
1. Sikap kita waktu menghadapi interview. kalo kita terlalu patuh, kita dianggap nggak punya keberanian menggambil sikap. Kalo kita tampil apa adanya, kita dianggap tidak sopan. Kalo kita berdiri dan menunggu sampai di persilahkan duduk. Maka HRD akan menulis di kertas komennya “kita orang yang tidak punyai inisiatif, anda lambat dalam ambil keputusan”. Maka anda tidak akan lolos dan di coret. Kalo kita ambil inisiatif duduk, maka HRD akan menulis di kertas komennya “kita tidak sopan. kita tidak menghargai tuan rumah notabene adalah HRD. kita lancang.” akhirnya kita nggak lolos.
Jadi kita harus gimana?? jawabannya adalah 'JADILAH DIRIMU SENDIRI" lupakan semua teori teori dri para ilmuwan hebat. kita diterima karena memang kita akan di terima. Ada sejuta alasan mengapa kita nggak diterima. Dan ada semilyard alasan kita akan diterima. jangan merasa rendah diri. HRD yang baik tidak akan berlebihan sikapnya. Malah akan sangat menghargai kita sebagai kandidat bahkan kalo kita adalah seorang pemula yang belum bekerja. Bekerja lah pada orang yang bisa menghargai diri kita. Yakin pada kemampuan diri sendiri.
2. Gimana cara ngejawab pertanyaan kelebihan dan kekurangan diri kita?
Emang kayaknya lebih gampang mengungkapkan kelebihan kita, secara kan kita lagi “jual diri” kita ke perusahaan, tapi kita bener-bener harus muter otak waktu nyebutin kekurangan. Kita harus liat dulu posisi apa yang kita lamar. Sering, kelemahan yang kita sebutin jadi boomerang sendiri buat kita. Eit, bukan cuma kekurangan yang jadi boomerang. Kelebihan juga! Kadang kita terlalu heboh jualan diri, atau pas interview kita buat diri kita terlihat pintar di depan interviewer, seakan-akan kita tau banyak hal. Maksud hati sih emang biar perusahaan jadi terkesan gitu, tapi ternyata ada banyak perusahaan yang menolak orang-orang yang terlihat pintar ini dengan alasan takut kalo dia nanti bakal membahayakan posisi orang lama. Nah!
Jadi gimana kira-kira jawaban yang bener? Saran dari orang ini, untuk kelebihan kita bilang aja “saya sudah bisa mencapai semua yang sudah saya tulis di CV” untuk kekurangan bisa kita jawab “semua kekurangan sudah saya perbaiki, mungkin ibu/bapak tahu kekurangan apa yang lain dari diri saya?mohon saya diberi tahu.”
3. Mau di gaji berapa?? Nah pertanyaan ini biasanya muncul di interview akhir, tapi nggak jarang juga muncul di interview psikologi/HRD atau bahkan buat perusahaan yang tes tahap pertamanya interview. kalo kita minta gaji terlalu kecil maka ini bisa jadi alasan buat HRD membantai kita, bahwa kita tidak qualified sama sekali. Karena orang Qualified tidak mungkin mau di bayar murah . Jika kitaa minta gaji terlalu besar dari budget perusahaan maka kita bakal langsung nggak lolosà atau yang kayak pengalaman aku tadi, interviewer-nya malah sok pengen tahu biaya hidupku dengan merinci kebutuhanku apa aja. Seharusnya kalo interview psikologi/HRD kita nggak perlu ngisi kolom gaji, karena yang menentukan kan nanti waktu direksi atau user. Mending sebelum interview kita cari tau dulu kisaran gaji di perusahaan itu, atau perusahaan lain yang sejenis. Kalo di BUMN atau PNS, gaji emang udah fixed. Tapi kalo di perusahaan swasta, kita bisa aja dapet gaji kecil di bawah standar mereka karna pas interview kita sendiri yang minta gaji sejumlah itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar