BahWa untUK meNJAdi SEOrang juARA, kiTA HanYA HaRUs BERusaha sediiIIIKKIIItt leBIh bAIK dARi orANG laIN.....HAPPy reAdinG JOBseeKER!! :)

Kamis, 10 Maret 2011

Interview Sesat

Pertama kali baca artikel tentang ini tuh berasa kayak dibukain mata lebar-lebar. Sering kita para jobseeker dengan polosnya ngelamar di suatu perusahaan, girang banget waktu dipanggil buat tes interview. tapi ternyata ada hal-hal yang perlu kita tau nih sebelum kita interview, karena ada aja “interview sesat” yaitu interview yang sengaja diadain sama perusahaan-perusahaan tertentu bukan karena emang mau merekrut karyawan, tapi ada alasan lain yang bisa merugikan kita, atau orang-orang di sekitar kita. Nah biar kalian juga pada melek matanya lebar-lebar, aku share aja ya dari artikel yang aku dapet.

1. Sering waktu kita ngelamar kerja, kita di minta isi formulir yang ada nama ayah kandung dan ibu kandung dan saudara saudari kita atau nama suami/istri dan nama anak (kalo udah nikah). HRD selalu mengatakan ini wajib. Malah kadang kalo kita nggak ngisi, mereka suruh kita komplitin formulirnya dulu baru bisa dikumpulin ke HRD, jadi mau nggak mau kita nurut- nurut aja, padahal kita diterima aja belom dan ini sama sekali nggak ada hubungannya sama kemampuan kerja kita nantinya.

Biasanya dari data ini mereka pengen tahu, apakah keluarga kita terlibat hal jelek atau kira-kira si pelamar ini punya tanggungan biaya nggak. Kalo dia anak tunggal, bapaknya kerja di perusahaan besar, perusahaan bisa buat itu jadi pertimbangan gaji. Dengan kata lain, si pelamar ini nggak akan masalah kalo dibayar murah.

Waktu ngelamar kerja, kita juga harus menyertakan foto kopi KTP yang masih berlaku kan? sangat mudah bagi oknum oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan hutang atas data lengkap kita. makanya banyak kasus orang tidak tahu apa apa tiba tiba ditagih hutang. Makanya hati hati ngelamar pekerjaan, harus tetep waspada.

kasus kayak gini sebenernya udah lama ada tapi karena di tutupi dengan arogan oleh oknum yang berpendidikan dan berkuasa, jadi di biarkan terjadi. harusnya dalam hal kerja kemampuan kita yang di periksa bukan keluarga, kecuali kita mau jadi tentara atau pegawai negri karena birokrasi.

2. Biasanya kita disuruh ngisi kolom nomor yang bisa dihubungi sebagai referensi buat kita. Awalnya aku bingung, Kalo yang udah kerja, biasanya pada ngasih nomor bos / atasannya, terus gimana yang masih fresh graduate? Ternyata rata-rata pada ngisi nomor dosen pembimbing skripsi atau Kerja praktek. Tapi eh tapi, nomor ini kadang disalahgunakan sama oknum perusahaan. Jadi nama yang kita cantumkan buat referensi ini malah dijadiin objek marketing. Jadi si orang-orang ini malah ditelponin terus menerus sama pihak perusahaan buat ditawarin semacam kredit atau apalah buat promosi produk perusahaan. Begitu tau hal ini, aku jadi mikir dua kali buat ngasih nomor hape dosen pembimbingku ke perusahaan.

3. Maukah mengambil fasilitas kredit perusahaan? Biasanya ada aja tawaran kayak gini, jadi perusahaan nggak mau rugi juga. Kalo kita adalah orang yang nggak suka pindah pindah kerja ya silahkan. Tapi ada kisah nyata nih, ada seseorang yang masuk kerja dan langsung di tawarin ambil cicilan mobil. Diambil masa 3 tahun. Ternyata dalam tengah perjalanan ada tawaran yang beberapa kali lipat dari perusahaan lama. Waktu mau keluar masalah muncul dengan cicilan mobilnya. ada 2 opsi, bayar tunai sesuai harga yang di tentukan perusahaan atau mobil ditarik lagi, dan dia bakal sia-sia mencicil selama 1 tahun. Akhirnya dia terpaksa ksana kemari cari pinjeman buat ngelunasin.

4. jika anda di terima, apa yang akan anda lakukan? HRD lalu minta anda buatkan proposal kerja. Kita disuruh merancang program-program kerja yang belom pernah dilakukan perusahaan sebelumnya. Awalnya mungkin kita pikir tugas ini buat ngeliat apakah kita adalah orang yang kreatif, punya ide-ide cemerlang, jadi bisa berguna kalo kita kerja di perusahaan. Tapi kenyataannya nggak gitu. Banyak oknum perusahaan yang cuma mau nyolong ide kita aja, tapi kita nggak diterima kerja di perusahaan itu. Perusahaan untung dapet ide gratis, kita yang apes.

Ada lagi yang kita musti bayar buat tes psikotes atau medical check up. Intinya, rekruitmen perusahaan yang bener nggak akan nyuruh kita mengeluarkan duit sepeser pun, kecuali ongkos akomodasi emang biasanya ditanggung sendiri. Bahkan ada beberapa perusahaan bagus yang mau ganti uang akomodasi kita, itu juga kalo kita udah nyampe tahap-tahap akhir tes kerja. Jadi jobseekers!! Waspadalah….waspadalah!!

"Menjual Diri" waktu interview

Ada percakapan lucu nih antara jobseeker dan interviewer :

Interviewer : “OK, Mas... Sedikit banyak saya sudah mengetahui profil Anda dari interview kita tadi. Satu pertanyaan terakhir dari saya, kalau Perusahaan kami tertarik merekrut Anda di posisi sebagai Brand Executive; posisi itu di level Staff, berapa gaji yang Anda harapkan dan benefit apa saja yang Anda inginkan?”

Jobseeker : “Baik, Pak... terima kasih atas pertanyaannya. Karena saya lulus cumlaude dari kampus terbaik di negeri ini, maka saya mengharapkan gaji Rp 10 juta/bulan, asuransi kesehatan dengan plafon rawat jalan Rp 7 juta/tahun, plafon kamar rawat inap Rp 1 juta/malam, mobil COP (Car Ownership Program) minimal Kijang Innova atau setara dengan itu, dan Bonus setahun minimal 2x gaji.

Interviewer : “OK, bagaimana kalau saya tawari Anda gaji Rp 17 juta sebulan, asuransi rawat jalan dengan plafon unlimited, plafon kamar rawat inap Rp 3 juta/malam, mobil BMW keluaran terbaru seri 325i, tunjangan transport Rp 2,5 juta/bulan, tunjangan makan 2 juta/bulan, hak cuti 24 hari kerja dalam setahun, bonus setahunnya minimal 5x gaji Anda, liburan ke Eropa/Jepang sekali dalam setahun, dan langsung berstatus Karyawan Tetap tanpa masa percobaan?”

Jobseeker : (dengan wajah sumringah) “Benar, Pak??! Ah, Bapak jangan becanda....”

Interviewer : “Lho.... kan Anda duluan yang mulai...

Haha…joke di atas seakan nyindir para jobseeker yang kemahalan “jual diri”nya. Tapi interview itu emang beneran susah-susah gampang. Apalagi interview psikologi/ HRD. Aku pernah juga ngalamin interview di perusahaan swasta, ditanyain masalah gaji. Waktu aku nyebutin jumlah rupiahnya, dia malah nanya. “emang kebutuhanmu apa aja?” terus dengan menyebalkannya dia merinci dengan detail kira-kira apa aja kebutuhanku kayak makan, kos, ngirimin ortu atau apa lah yang kalo dia total-total sendiri tu nggak nyampe sejumlah gaji yang aku sebutin tadi. Lah emangnya hidup cuma buat itu, kita kan juga butuh nabung.

Biasanya sebelum interview psikologi / HRD kita disuruh ngisi semacam formulir lamaran kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan bejibun soal kepribadian. sebenernya walopun males banget ngisi-ngisi formulir kayak gini, tapi ada baiknya kita ngisi formulir ini sepenuh hati, karena sering pertanyaan-pertanyaan di formulir ini nanti yang bakal ditanyain sama interviewernya. Jadi sebelum kita interview, kita sebisa mungkin udah nyiapin jawaban sebelumnya.

Selama pengalaman interview, ada beberapa pertanyaan yang pasti selalu ditanyain dan males banget aku jawab kayak misalnya :

“jadi dari awal kamu lulus sampai sekarang, apa kegiatan kamu??” ah iya masa musti aku jawab nyapu, nyuci, jaga rumah?? Terus pertanyaan lain kayak :

“menurut kamu, apa kelebihan dan kekurangan kamu?” nah ini pertanyaan abadi sepanjang sejarah interview di dunia. Pasti ada aja.

Aku pernah baca nih dari salah satu thread kaskus dan kayaknya penting banget aku share ke kalian sesame jobseeker J. Dia itu kerja di HRD, jadi dia ngerti banget seputar interview. ok, aku ringkas aja ya point-point tips interview yang dia kasih.

1. Sikap kita waktu menghadapi interview. kalo kita terlalu patuh, kita dianggap nggak punya keberanian menggambil sikap. Kalo kita tampil apa adanya, kita dianggap tidak sopan. Kalo kita berdiri dan menunggu sampai di persilahkan duduk. Maka HRD akan menulis di kertas komennya “kita orang yang tidak punyai inisiatif, anda lambat dalam ambil keputusan”. Maka anda tidak akan lolos dan di coret. Kalo kita ambil inisiatif duduk, maka HRD akan menulis di kertas komennya “kita tidak sopan. kita tidak menghargai tuan rumah notabene adalah HRD. kita lancang.” akhirnya kita nggak lolos.

Jadi kita harus gimana?? jawabannya adalah 'JADILAH DIRIMU SENDIRI" lupakan semua teori teori dri para ilmuwan hebat. kita diterima karena memang kita akan di terima. Ada sejuta alasan mengapa kita nggak diterima. Dan ada semilyard alasan kita akan diterima. jangan merasa rendah diri. HRD yang baik tidak akan berlebihan sikapnya. Malah akan sangat menghargai kita sebagai kandidat bahkan kalo kita adalah seorang pemula yang belum bekerja. Bekerja lah pada orang yang bisa menghargai diri kita. Yakin pada kemampuan diri sendiri.

2. Gimana cara ngejawab pertanyaan kelebihan dan kekurangan diri kita?

Emang kayaknya lebih gampang mengungkapkan kelebihan kita, secara kan kita lagi “jual diri” kita ke perusahaan, tapi kita bener-bener harus muter otak waktu nyebutin kekurangan. Kita harus liat dulu posisi apa yang kita lamar. Sering, kelemahan yang kita sebutin jadi boomerang sendiri buat kita. Eit, bukan cuma kekurangan yang jadi boomerang. Kelebihan juga! Kadang kita terlalu heboh jualan diri, atau pas interview kita buat diri kita terlihat pintar di depan interviewer, seakan-akan kita tau banyak hal. Maksud hati sih emang biar perusahaan jadi terkesan gitu, tapi ternyata ada banyak perusahaan yang menolak orang-orang yang terlihat pintar ini dengan alasan takut kalo dia nanti bakal membahayakan posisi orang lama. Nah!

Jadi gimana kira-kira jawaban yang bener? Saran dari orang ini, untuk kelebihan kita bilang aja “saya sudah bisa mencapai semua yang sudah saya tulis di CV” untuk kekurangan bisa kita jawab “semua kekurangan sudah saya perbaiki, mungkin ibu/bapak tahu kekurangan apa yang lain dari diri saya?mohon saya diberi tahu.”

3. Mau di gaji berapa?? Nah pertanyaan ini biasanya muncul di interview akhir, tapi nggak jarang juga muncul di interview psikologi/HRD atau bahkan buat perusahaan yang tes tahap pertamanya interview. kalo kita minta gaji terlalu kecil maka ini bisa jadi alasan buat HRD membantai kita, bahwa kita tidak qualified sama sekali. Karena orang Qualified tidak mungkin mau di bayar murah . Jika kitaa minta gaji terlalu besar dari budget perusahaan maka kita bakal langsung nggak lolosà atau yang kayak pengalaman aku tadi, interviewer-nya malah sok pengen tahu biaya hidupku dengan merinci kebutuhanku apa aja. Seharusnya kalo interview psikologi/HRD kita nggak perlu ngisi kolom gaji, karena yang menentukan kan nanti waktu direksi atau user. Mending sebelum interview kita cari tau dulu kisaran gaji di perusahaan itu, atau perusahaan lain yang sejenis. Kalo di BUMN atau PNS, gaji emang udah fixed. Tapi kalo di perusahaan swasta, kita bisa aja dapet gaji kecil di bawah standar mereka karna pas interview kita sendiri yang minta gaji sejumlah itu.

4. Gimana kalo kita udah ada di tahap interview akhir? Sebenarnya dalam dunia kerja, tahap terakhir interview atau tahap interview user atau direksi, udah nggak ada pertanyaan lagi. Tergantung perasaan suka atau nggak suka aja. Jangan protes, emang inilah yang berlaku dalam dunia kerja kita. Bayangkan saja ada 10 kandidat atau lebih yang lolos test semua dengan kemampuan yang sama tapi akan di pilih 2 orang aja. Teori mana yang dipakai?
Jika kandidat yang nggak disukain masuk, maka akan keluarlah pertanyaan pertanyaan yangnggak ada hubungannya sama kerjaan. kayak misalnya Siapakah pahlawan dalam uang pecahan 10ribu tahun 1980?” ini salah satu contoh agar kandidat down. Dan selamanya akan merasa bodoh. Padahal interview bukan berarti ikut kuis cerdas cermat. Ada juga pertanyaan yang nggak sopan, mengapa kamu mau kerja disini? kenapa tidak melamar di tempat lain? Intinya adalah jika sudah tahap akhir, perbanyak doa aja. nggak usah pusing dengan segala teori text book. Tersenyumlah apapun yang terjadi.