BahWa untUK meNJAdi SEOrang juARA, kiTA HanYA HaRUs BERusaha sediiIIIKKIIItt leBIh bAIK dARi orANG laIN.....HAPPy reAdinG JOBseeKER!! :)

Selasa, 14 Desember 2010

Perusahaan Fiktif!

Pernah denger nggak sih tentang penipuan yang korbannya para pencari kerja?? Itu kayak misalnya ada iklan di Koran, setelah didatengin ternyata itu perusahaan fiktif, atau tentang sekelompok orang yang lagi tes kerja, begitu mereka kelar tes, ternyata dompet sama hape di tas yang dikumpulin waktu tes raib gitu aja diambil si pihak yang ngaku punya perusahaan itu?? Nah pernah denger kan cerita-cerita gitu? Tapi pernah nggak kamu jadi korbannya?? Saya pernah. -____-“

Hmmmhh…. Menulis kisah ini membutuhkan satu tarikan nafas yang panjang…seperti mengingat-ingat memori pilu yang kelam dan.. ah cukup!! Mari kita mulai. Jadi karena mendapat tekanan dari sekitar harus bekerja di kota yang nggak jauh-jauh dari kota dimana saya tinggal sekarang, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Koran lokal di hari sabtu. Liat-liat lowongan kerja di Koran itu dan saya menemukan satu lowongan di kolom iklan kecik. ada lowongan untuk perusahaan garment, butuh lulusan S1. lokasi perusahaan nggak terlalu jauh, cuma 1 jam perjalanan dari kota ini. kalo aku dapet panggilan kerja di sana, aku bisa naik travel dan balik lagi dalam 1 hari. jadi aku pun memutuskan untuk mengirimkan lamaran ke perusahaan ini.

Perusahaannya emang ada namanya. Dan seperti Voldemort dalam cerita Harry Potter, maka perusahaan ini pun namanya tidak boleh disebut. Jadi, “perusahaan yang namanya tidak boleh disebut” ini suatu hari mengirimkan panggilan kerja lewat sms. Ini udah biasa sebenernya, karena banyak perusahaan yang memang ngelakuin panggilan kerja lewat sms. Sampai di sini, belum ada yang aneh.

Seperti rencana awal, aku naik travel pagi langsung menuju ke perusahaan ini. begitu nyampe di depan perusahaan ini aku kaget mampus. Ini perusahaan jasa penyewaan jin atau apa, kayak rumah angker gini. Rumah tua, nggak terawat yang aku liat waktu turun dari travel ini katanya adalah perusahaan berbentuk PT.sukar dipercaya, dan yang lebih bikin kaget adalah waktu bapak sopir travel bilang. “mbaknya mau ke perusahaan ini?? jangan mau mbak. Itu diboongin aja, saya sering nganter orang ke perusahaan ini, mereka ujung-ujungnya Cuma dijadiin sales!” kata si bapak sopir menggebu-gebu.

Aku langsung lemes. Haahh?? Terus aku harus gimana..udah kepalang tanggung nyampe sini, akhirnya dengan langkah gontai terpaksa aku masuk juga ke rumah yang katanya perusahaan ini. ternyata mereka juga punya lobi. Begitu masuk, aku disambut embak-embak yang nyuruh aku nulis daftar hadir dan nunggu sebentar di lobi itu.

Nggak lama, si embak-embak nyuruh aku masuk terus aku ketemu sama mas-mas pake dasi yang lagi duduk di balik meja. Dia bawa CV yang aku kirim waktu itu dan dia persilahkan aku duduk. Ini katanya tes interview, tapi aku sama sekali nggak ditanya apapun soal aku! Helloo…rata-rata orang interview kan paling enggak ditanya apa kek, tapi ini nggak. si mas-mas ini langsung nyerocos soal proses recruitmentnya.

Jadi dia menjelaskan bahwa ada 3 tahap tes recruitmen. Pertama administrasi, dimana aku udah lolos, trus kedua interview, dimana ini sedang dilakukan, trus ketiga tes lapangan. Nah teng..teng..teng.. apakah itu tes lapangan yang dimaksud?? Dia langsung menyerahkan selembar brosur, di situ ada produk-produk, jadi aku paling nggak harus menjual 2 paket produk itu dalam waktu seminggu, setelah aku berhasil menjual 2 paket itu, aku langsung diterima sebagai pegawai tetap.

Aku nanya “terus masalah gaji pak?” dia bilang nanti setelah aku ngejalanin tes lapangan dan berhasil menjual 2 paket produk itu baru aku bakal dikasih tau masalah gaji. Cih! Ini jelas-jelas kayak MLM terselubung. Tiap pegawai berusaha merekrut orang lain buat jadi pegawai dan begitu seterusnya. Dan aku sama sekali nggak bersahabat dengan MLM. Dan misalnya kita nanti dalam waktu seminggu nggak menjual produk apapun itu pun mereka tetap untung, karena ternyata di sana aku harus bayar biaya pendaftaran sekian rupiah. Nggak banyak memang. Tapi ditipu semacam ini cukup membuat aku dongkol waktu itu.

Sempet bĂȘte banget memang. Tapi dipikir-pikir, jobseeker kalo belom ngalamin hal-hal kayak gini belom afdol kali ya?? Jadi berusaha ambil positifnya aja. Bahwa lagi-lagi ini adalah sebuah pengalaman banget buat aku. Anggap aja ini pengalaman konyol yang suatu hari bakal jadi lelucon yang bisa aku certain ke anak cucu kalo aku sukses nanti.. (*buahahahhaha ngemeng ape lu ir..ir..)

Akhirnya aku pulang lagi ke rumah dan kapok ngeliat-ngeliat lowongan di koran-koran lokal gitu, apalagi yang iklan kecik. Suka menipu!! -___-“

Swasta pun OK deh...

Jenuh berjuang di perusahaan BESAR macam BUMN dan perusahaan swasta BESAR yang punya proses recruitment ribet dan panjang (*tapi tak sepanjang coki-coki) akhirnya aku mencoba, ya! Aku mencoba untuk berjuang di perusahaan2 swasta kecil. Apa itu perusahaan swasta kecil?? Yah semacam perusahaan swasta yang nggak terlalu banyak karyawannya, dengan proses recruitmen nggak ribet, dan gaji yang harus pintar-pintar disyukuri, eh tapi yang penting itu dapet PENGALAMAN!! Aha! Mengingat aku adalah jobseeker aseli (*tanpa pengalaman maksudnya) jadi sepertinya, iya sepertinya ini akan jadi kerikil loncatan. Iya dari kerikil melompat ke batu kecil, lalu batu sedang, barulah batu besar kemudian terlempar ke tembok (*menggenaskan ya sodara-sodara)

Oke. Perburuanku dimulai dari suatu perusahaan percetakan. apa aja yang dicetak? Bukan Koran, majalah dan sejenisnya tentunya. Yang dicetak itu contohnya adalah kemasan produk. Banyak produsen yang cuma memproduksi produknya aja, sedangkan kemasan produksnya, mereka subkontrak ke perusahaan-perusahaan percetakan semacam ini. Nah ceritanya aku melamar di posisi PPIC (Production Planning and Inventory Control) yang memang adalah “teknik industry” sekali. Sesuai sama jurusanku.

Tes tahap pertama adalah interview. Oh iya, enaknya di perusahaan swasta gini, kalo ada tes interview, kita bisa tawar-menawar jadwal. Misalnya nggak bisa senin besok, kita bisa minta senin besoknya lagi, asal si perusahaan nggak mendesak gitu butuhnya. Tapi kalo kamu nglamar di perusahaan besar ya jangan harap bisa minta ganti jadwal, paling juga kamu bakalan disemprot “SIAPE ELU??!”

Pas interview, kebetulan aku dianter sama rombongan, jadi ceritanya emang mereka ada perlu sendiri abis aku interview. Isi rombongannya aku, kakakku, kakak iparku + sopir kantornya kakak ipar. Letak perusahaannya adalah di suatu kawasan industry, namanya juga kawasan industry, ya pasti dimana-mana pasti ada pabrik-pabrik beraneka rupa, truk-truk besar dan sebagainya. Lalu dimanakah perusahaan yang dituju ini?? kita sampe muter-muter nggak jelas kesana kemari, karena papan penunjuk blok sekian-sekian emang nggak jelas.

Sempet kita ngelewatin bangunan belom jadi yang kayaknya arah-arahnya sama kayak alamat perusahaan ini, terus dengan tega pak sopir bilang “jangan-jangan ini mbak perusahaannya..mereka ngrekrut karyawan dulu, biar ntar kalo udah jadi bangunannya, mbak bisa langsung kerja” kata pak sopir kalem sambil nunjuk-nunjuk bangunan yang belom jadi. Aku Cuma diem…menahan tangis dan air mata. Ini tidak mungkin!! Ya tuhan…ini nggak bener kan..pak sopir becanda aja kan???

Akhirnya…sampai juga kita di depan suatu bangunan pabrik. Masih baru gitu, soalnya masih bau-bau cat. Dari alamatnya sih pas. Dan waktu ditanya sama satpam emang ini perusahaannya. Dari gerbong “selamat datang ke kawasan industry” sampai pabrik sini lumayan jauh ih. Tapi tak apalah.

Begitu masuk ke lobi, ternyata masih harus nunggu, karena interviewernya lagi meeting. Pas udah kelar meeting langsung aku mulai interviewnya. Interviewernya masih muda. Pasti baru juga di situ (*sok tau, nggak berani nanya juga). Kebanyakan dia tanya soal pengalaman magangku, laporan magang sampai skripsinya tentang apa. Aku bilang waktu bikin laporan magang, aku bikin perbaikan kualitas produk pake SIX SIGMA. Sempet dia nyodorin kertas, tanya apa itu metode SIX SIGMA, berharap aku bakal nerangin secara gamblang lewat corat-coret di kertas itu. Aih matek! Aku udah lupa..itu kan udah berabad-abad yang lalu aku pelajari..(*ini lebay. Jelas-jelas aku baru lulus 2009, bukan berabad yang lalu, memangnya aku satu angkatan sama homo sapiens?) akhirnya dengan ingatan seadanya aku jelasin juga apa itu SIX SIGMA. Ah toh ya dia pun juga sepertinya nggak ngerti juga ya. Kalo aku boongin juga nggak ketauan kan. mudah-mudahan sih.

Interview berakhir. Katanya bakal ada tes psikotes selanjutnya, tapi tunggu peserta yang lain juga. Tapi sampai sekarang belom ada panggilan tuh. Mungkin emang nggak lolos ya.

Perusahaan swasta kedua adalah….mmm..salah satu apotek yang biasanya ada di mall-mall. Iya aku ngelamar sebagai OS (Operation Supervisor). Tugasnya adalah membawahi satu outlet apotek. Jadi keluar masuknya obat, training karyawan, stok produk, semua OS yang bertanggung jawab. Tesnya dimana coba?? Di Mall!!! Iya tesnya di salah satu outlet apotek mereka di mall. baru kali ini aku tes di Mall. Dan ini adalah tes psikotes. Aku nggak bisa bayangin, gimana rasanya tes psikotes di Mall?? Tes-nya jam 10. Aku dateng ke outlet apotek di mall itu jam 10 kurang beberapa menit dan coba tebak…. Apoteknya belom buka!! Baru buka sedikiiiit gitu. Aku liat ada mbak-mbak di dalem lagi sibuk nyiapin apoteknya mau dibuka.

“mbak, di sini ada tes psikotes?” aku nanya ke mbak-mbak itu.

“iya ada nanti ya mbak jam 10, tunggu apoteknya buka dulu.”

Setelah nunggu sebentar, akhirnya mulai juga tes psikotes. Pesertanya Cuma 2 orang. Ini emang tesnya jadwal tiap orang beda-beda gitu. Tesnya kebanyakan adalah tes kepribadian. Semacam pertanyaan A : “saya adalah orang yang senang dengan tantangan”, B : “saya senang bergaul dengan siapa saja” dan kamu harus memilih satu diantara dua. Iya itu tes yang sering ada di psikotes. Nanti pertanyaannya berulang, jadi jawabannya juga harus konsisten. Untung tesnya bukan yang kubus dibolak-balik atau pertanyaan psikotes susah yang lain. Kalo iya, pasti aku udah stress berat ngerjainnya. Gimana nggak stress, di depan apoteknya persis itu toko jualan CD, dan sepanjang tes mereka asik muter music kenceng-kenceng!

Setelah tes psikotes, kalo lolos, bakal ada tes interview. Aku pikir tadinya aku nggak lolos, karena nggak dipanggil-panggil. Tapi ternyata ada panggilan, tapi harus interview di Jakarta. Aku minta ganti jadwal karena nggak bisa mendadak kalo harus ke Jakarta, dia udah reschedule lagi, eh ternyata aku nggak bisa juga soalnya hari itu pas ad tes cpns, aku minta reschedule lagi, tapi belum dihubungin lagi sampe sekarang. fiuh..ya sudahlah kalo rejeki nggak kemana kok. (*nah ini kalimat penutup yang menghibur diri namanya). Hohoho.